Kejaksaan Agung Republik Indonesia tengah menyelidiki dugaan manipulasi nilai ekspor minyak sawit mentah yang melibatkan Grup Salim.

Penyelidikan ini menyasar praktik pencatatan nilai ekspor yang lebih rendah dari harga pasar untuk menyembunyikan keuntungan dan mengurangi beban pajak perusahaan.

>>> Sabar/Reza Lolos ke Final Australian Open 2026 Usai Kalahkan Wakil Chinese Taipei

Pihak berwenang memperluas cakupan pemeriksaan dengan memanggil sejumlah bankir dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk sebagai saksi.

Tim penyidik Kejagung mengonfirmasi adanya pendalaman dokumen transaksi keuangan terkait fasilitas kredit bergulir yang diberikan perbankan kepada perusahaan eksportir tersebut.

Fokus pada PT Salim Ivomas Pratama

Penyelidikan intensif berfokus pada aktivitas perdagangan PT Salim Ivomas Pratama, salah satu produsen minyak sawit terbesar di Indonesia.

Beberapa bankir dari unit lokal Maybank dilaporkan telah membawa beberapa boks dokumen ke kantor Kejaksaan Agung pada pekan lalu untuk memenuhi panggilan pemeriksaan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna membenarkan adanya langkah hukum yang sedang berjalan terkait sektor komoditas tersebut.

"Ada tetapi tidak spesifik itu, yang jelas ada pendalaman dalam pemeriksaan terkait itu. Cuma pastinya apa bank banknya kita tidak tahu, ada beberapa perusahaan.

>>> Dinas Pendidikan Depok Buka SPMB SD 2026, Ini Jadwal dan Jalurnya

Ya nanti dilihat saja, masih dalam proses penyelidikan," ujar Anang.

Hingga saat ini, Kejaksaan Agung dan otoritas keuangan terkait belum menetapkan status tersangka maupun mengajukan tuntutan hukum resmi terhadap Maybank Indonesia maupun PT Salim Ivomas Pratama.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, eksposur kredit Maybank Indonesia terhadap PT Salim Ivomas Pratama bernilai sekitar Rp150 miliar atau setara 8,3 juta dolar AS.

Di sisi lain, ekspansi bisnis dan komitmen operasional lembaga keuangan asing di Indonesia dipastikan tetap berjalan normal di tengah proses hukum.

Direktur Utama Maybank Khairussaleh Ramli mengatakan bahwa ia memperkirakan Indonesia akan menjadi kontributor besar bagi bisnis perusahaan dalam jangka menengah hingga panjang.

>>> Beralih ke Baterai Pribadi Motor Listrik Butuh Penyesuaian Komponen

Menurutnya, bank saat ini berfokus pada bagaimana melayani nasabah di Indonesia dengan lebih baik, sembari memahami berbagai tantangan yang sedang dihadapi di negara tersebut.