Komposisi skuad tim nasional Inggris untuk Piala Dunia 2026 dinilai sengaja dibentuk hanya demi mendukung satu pemain kunci.

Langkah ini memicu ekspektasi besar sekaligus sorotan tajam terhadap strategi yang diterapkan di dalam tim.

>>> Kemensos Salurkan Bansos PKH dan BPNT Tahap Dua Juni 2026

Seperti dikutip dari Detik Sport, Inggris menatap turnamen bergengsi ini dengan beban sejarah karena belum pernah memenangkan trofi juara lagi sejak tahun 1966.

Kendati demikian, kualitas materi pemain yang dimiliki membuat The Three Lions tetap menjadi salah satu tim favorit.

Pengalaman mencapai babak final pada dua edisi Piala Eropa terakhir dipandang menjadi modal berharga bagi tim.

Namun, kali ini Inggris harus tampil tanpa diperkuat oleh sejumlah talenta penting yang performanya meredup sepanjang musim 2025/2026.

Manajer Inggris, Thomas Tuchel, memutuskan untuk tidak membawa beberapa nama besar seperti Cole Palmer dan Phil Foden.

Walau begitu, mantan bek Inggris Gary Neville meyakini bahwa tim saat ini tetap memiliki kekuatan besar dan dirancang khusus demi memaksimalkan peran sang kapten, Harry Kane.

Pandangan Gary Neville soal Peran Kane

Menurut pandangan Gary Neville, Harry Kane menjadi satu-satunya penggawa yang terbukti memiliki kualitas dunia secara individu.

Hal tersebut membuat sang penyerang kini memikul peran sebagai tumpuan utama di dalam skuad.

>>> Amy Qanita Buka Suara soal Nama Raffi Ahmad dalam Kasus PT Blueray

"Dia itu bintang.

Kita bicara soal Inggris punya pemain-pemain bertalenta, tapi kita punya satu pemain kelas dunia sejati dan itu adalah Harry Kane," kata Neville di ITV.

"Keseluruhan skuad yang dipilih Thomas Tuchel ini, bagian penyerangan, semuanya difokuskan untuk dia.

Memang ada isu soal performa, tapi tidak ada Foden, Palmer, Gibbs-White, dia mau pemain-pemain yang bisa berlari melewatinya."

Ketidakhadiran sejumlah gelandang kreatif digantikan oleh para pemain yang memiliki karakteristik kecepatan tinggi. Pilihan taktik ini mempertegas ketergantungan strategi tim pada ketajaman sang penyerang utama.

"Anthony Gordon, Marcus Rashford, dan Morgan Rogers itu pemain-pemain yang bisa sprint melewatinya. Seluruh skuad ini memang soal Kane."

"Keseluruhan turnamen ini, sebagian besarnya bersandar di pundaknya. Tapi tekanannya?

Dia tak akan merasakannya. Dia sekeras batu.

>>> Google Pesan 3 Juta TPU dari Intel, Intel Siap Rebut Pasar Manufaktur Chip AI

Dia profesional terbaik. Anda tak bisa menghancurkannya," imbuhnya.