Perbankan Indonesia mencatat kinerja solid pada awal 2026, namun prospek untuk sisa tahun ini dinilai lebih menantang.

Empat bank terbesar—BBRI, BMRI, BBCA, dan BBNI—membukukan laba bersih gabungan Rp62,1 triliun pada periode Januari-April 2026, tumbuh 8% year-on-year (yoy).

>>> Rico Waas Instruksikan Perbaikan Infrastruktur di Medan Johor

Capaian itu setara 37% dari proyeksi laba setahun penuh yang telah direvisi, lebih tinggi dari rata-rata pencapaian empat bulan pertama dalam empat tahun terakhir yang sebesar 30%.

Demikian menurut analis Samuel Sekuritas Indonesia, Prasetya Gunadi dan Ahnaf Yassar, dalam riset yang dikutip Minggu (14/6/2026).

Margin Bunga Bersih Tertekan

Meski laba tumbuh, margin bunga bersih (NIM) secara gabungan turun 18 basis poin (bps) yoy menjadi 5,1%.

Penurunan ini terjadi karena imbal hasil aset turun 46 bps, lebih besar dibandingkan perbaikan biaya dana yang hanya 31 bps.

Pertumbuhan kredit mencapai 14% yoy, sementara dana pihak ketiga tumbuh 13% yoy.

Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) bank besar naik ke 89%, level tertinggi dalam 11 bulan terakhir.

Kualitas aset masih relatif terjaga.

>>> Qatar Tahan Imbang Swiss Lewat Gol Telat Boualem Khoukhi

Sebagian besar kinerja laba yang melampaui ekspektasi didorong oleh biaya kredit yang lebih rendah dari perkiraan.

Namun, Samuel Sekuritas menurunkan proyeksi pertumbuhan laba agregat 2026 untuk bank dalam cakupan analisis menjadi 1,8% yoy dari sebelumnya 4,6% yoy, dengan pertimbangan tingginya biaya pendanaan, tekanan NIM, dan meningkatnya kebutuhan provisi.

Rekomendasi dan Target Harga

Samuel Sekuritas menurunkan rekomendasi untuk sektor perbankan menjadi netral dari sebelumnya overweight.

Meski demikian, valuasi saham bank masih menarik, dengan price to book value (PBV) sebagian besar bank berada di sekitar atau di bawah minus dua standar deviasi dari rata-rata historis.

BMRI menjadi pilihan utama dengan rekomendasi buy dan target harga Rp6.000, mengindikasikan potensi kenaikan sekitar 41%.

BMRI dinilai memiliki posisi relatif paling kuat berkat pertumbuhan bisnis solid, struktur pendanaan sehat, dan valuasi menarik.

Samuel Sekuritas juga merekomendasikan buy untuk BBCA (target Rp6.400), BBRI (Rp3.500), BBNI (Rp4.700), BRIS (Rp2.200), dan BBTN (Rp1.500).

>>> Mengenal Errol Musk, Ayah Elon Musk yang Kini Viral

Risiko utama meliputi pelemahan rupiah berlanjut, kenaikan suku bunga, NIM lebih rendah, kualitas aset memburuk, dan arus keluar dana asing.