Presiden Donald Trump secara resmi menunjuk James McDonald sebagai Jaksa Agung Amerika Serikat untuk Distrik Selatan New York.

Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform media sosialnya pada Sabtu (13/6).

>>> 5 Kawasan di Indonesia yang Dianggap Overrated oleh Turis Bule

McDonald akan menggantikan Jay Clayton yang sebelumnya dicalonkan untuk menduduki jabatan Direktur Intelijen Nasional. Posisi itu kosong setelah Tulsi Gabbard mengundurkan diri pada Kamis lalu.

Kantor Kejaksaan Distrik Selatan New York dikenal memiliki pengaruh besar di Amerika Serikat. Lembaga ini menangani kasus-kasus korupsi publik, terorisme, hingga kejahatan keuangan dengan tingkat independensi yang tinggi.

Rekam Jejak James McDonald

James McDonald bukanlah nama baru di dunia hukum. Ia pernah menjabat sebagai asisten Jaksa Agung AS dan kepala penegakan hukum di Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas.

Sebelumnya, McDonald juga berpraktik sebagai pengacara di firma hukum Sullivan & Cromwell. Firma yang sama pernah menjadi tempat Jay Clayton bekerja sebelum memimpin Distrik Selatan New York.

>>> Studi Ungkap Remaja Masa Kini Alami Kurang Tidur Kronis

McDonald juga tercatat sebagai bagian dari tim penasihat hukum Trump dalam kasus Stormy Daniels.

Kasus tersebut berkaitan dengan putusan bersalah oleh juri New York pada 2024 atas pemalsuan dokumen pembayaran menjelang pemilu 2016.

Dalam pernyataannya, Trump menyatakan keyakinannya bahwa McDonald akan memberikan hasil yang kuat bagi negara.

Ia menyebut McDonald dihormati dan akan bekerja sama dengan para penegak hukum, komunitas hukum, serta majelis hakim.

>>> Prospek Saham Perbankan Awal 2026: Kinerja Solid, Tantangan di Depan

Penunjukan McDonald masih memerlukan konfirmasi dari Senat AS sebelum resmi menjabat. Hingga saat ini, McDonald belum memberikan tanggapan terkait keputusan tersebut.