Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyelenggarakan pertandingan tarung bebas Mixed Martial Arts (MMA) dari promotor UFC di halaman Gedung Putih pada hari Minggu.

Acara bertajuk UFC Freedom 250 ini digelar di arena temporer bernama The Claw di South Lawn untuk memperingati hari jadi ke-250 Amerika Serikat.

>>> Achraf Hakimi Cetak Rekor Piala Dunia di Tengah Kasus Hukum

Kompetisi tersebut menampilkan 14 petarung elite dalam laga beruntun yang memicu kontroversi sekaligus mencetak sejarah baru.

Presiden Trump memprediksi bahwa pertunjukan berskala besar ini akan menjadi tontonan yang sangat luar biasa bagi publik.

"The greatest show on earth," kata Donald Trump.

Penyelenggaraan acara ini bertepatan dengan ulang tahun Trump yang ke-80, namun menuai kritik dari kelompok oposisi yang melayangkan gugatan hukum federal.

Mereka menilai acara tersebut menyalahgunakan monumen nasional yang sakral.

Struktur arena baja setinggi 28 meter dibangun di South Lawn untuk menampung sekitar 4.000 penonton.

Sementara 85.000 orang lainnya diperkirakan menonton melalui layar raksasa di Ellipse.

Aliansi selama seperempat abad antara Trump dan Presiden UFC Dana White menjadi motor utama di balik acara ini.

Ketika White membeli organisasi yang sedang kesulitan tersebut seharga 2 juta dolar AS pada tahun 2001, olahraga ini menghadapi penolakan politik yang kuat.

Termasuk larangan di 36 negara bagian setelah dicap negatif oleh Senator John McCain.

White mengungkapkan kepada CBS pada tahun 2025 bahwa pada masa awal tersebut, tidak ada satu pun tempat pertunjukan yang bersedia menerima kompetisi mereka.

"None of the venues wanted [the UFC]," kata Dana White.

"They didn’t believe in it.