Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, masa penawaran umum bagi investor publik akan digelar pada 1-3 Juli 2026.

>>> Skotlandia Tekuk Haiti 1-0 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Proses selanjutnya adalah penjatahan saham pada 3 Juli 2026 dan distribusi saham secara elektronik pada 6 Juli 2026.

Saham JELI dijadwalkan akan resmi mencatatkan sahamnya atau listing di papan perdagangan Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026.

Penggunaan Dana IPO

Seluruh dana segar yang diperoleh dari hasil penawaran umum ini akan digunakan untuk menyokong ekspansi bisnis dan memperkuat struktur keuangan.

Setelah dikurangi seluruh biaya emisi, manajemen membagi alokasi dana untuk penyertaan modal, belanja modal, modal kerja, serta pelunasan utang.

Porsi terbesar atau sekitar 51,04% dana hasil IPO dialokasikan sebagai penyertaan modal dalam bentuk ekuitas kepada anak usaha, PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS).

Anak usaha tersebut bakal memanfaatkan dana suntikan untuk mendanai belanja modal guna menggenjot kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly.

Langkah peningkatan kapasitas produksi ini ditempuh untuk merespons pertumbuhan permintaan pasar domestik serta memperluas jangkauan pasar ekspor.

Selanjutnya, Niramas Utama mengalokasikan sekitar 18,36% dana dari hasil penawaran saham untuk keperluan belanja modal berupa pembelian mesin baru.

Investasi pada aspek ini ditujukan untuk memperluas kapasitas penyimpanan gudang sekaligus mempercepat sistem logistik perseroan.

Sebesar 10,63% dari dana publik tersebut akan digunakan untuk melunasi sebagian pokok utang jangka pendek KMK 1 dan KMK 2 kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, total pokok pinjaman kepada bank pelat merah tersebut tercatat sebesar Rp 94 miliar per 31 Maret 2026.

>>> Iran Ancam Serang Fasilitas Milik Elon Musk di Timur Tengah

Sisa dana IPO sebesar 19,97% akan ditempatkan sebagai modal kerja demi mendukung aktivitas operasional harian serta memacu pertumbuhan usaha jangka panjang.