Pemilik bengkel sepeda motor mengingatkan pengguna kendaraan ramah lingkungan agar tidak menggunakan mesin kompresor atau steam bertekanan tinggi saat mencuci motor listrik.

Metode pembersihan yang salah berisiko memicu gangguan fatal pada sistem daya kendaraan.

>>> Karl-Anthony Towns Bawa Knicks ke Ambang Gelar NBA 2026

Aliran air dengan intensitas normal atau penggunaan kain lap basah lebih disarankan untuk membersihkan area sensitif.

Imbauan dari Pemilik Bengkel

Imbauan ini disampaikan oleh Alfian, pemilik bengkel motor listrik AD Service Solo.

Menurutnya, proses pencucian kendaraan elektrik pada dasarnya aman dilakukan selama prosedurnya tepat dan tidak menggunakan tekanan air yang berlebihan.

"Kalau motor listrik dicuci pakai air dan sabun sebenarnya aman," kata Alfian.

Potensi kerusakan akibat paparan air bertekanan tinggi umumnya baru terlihat dalam jangka panjang.

>>> Skotlandia Bidik Kemenangan atas Haiti pada Grup C Piala Dunia 2026

Daya semprot yang terlalu kuat mampu mendorong partikel air menembus celah-celah proteksi komponen yang seharusnya tetap kering.

"Kalau pakai steam tekanannya terlalu kuat. Air bisa masuk ke komponen kelistrikan," kata Alfian.

Meskipun mayoritas produsen kendaraan listrik modern telah melengkapi produk mereka dengan sertifikasi ketahanan air dan debu, proteksi tersebut memiliki batas toleransi tertentu.

Semburan air langsung yang terus-menerus tetap berisiko merusak sambungan kabel.

Beberapa titik rawan yang wajib dihindari dari paparan air langsung meliputi lubang soket pengisian daya (charging port), panel instrumen spidometer, serta area sambungan kabel terbuka.

>>> Disdukcapil Barito Utara dan Tapanuli Utara Gencarkan Perekaman KTP-el

Pemilik kendaraan juga diwajibkan memastikan seluruh bagian motor telah kering sepenuhnya sebelum menyalakan kembali sistem kelistrikan.