Wali Kota Solo Respati Ardi diminta membantu menjembatani dua kubu yang belum akur di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Permintaan ini muncul menjelang Kirab Malam 1 Suro pada Selasa (16/6) malam, seperti dilansir dari Detik Travel pada Jumat (12/6/2026).

>>> Ulama Berbeda Pandangan soal Penggunaan Gelar Haji dan Hajjah

Kubu PB XIV Purbaya dan PB XIV Mangkubumi sama-sama berencana menggelar acara pada waktu yang bersamaan.

Pemerintah Kota Solo diharapkan dapat memfasilitasi pertemuan guna menjaga kelancaran tradisi tahunan tersebut.

Pemerintah Kota Solo menyatakan posisi netral dan berkomitmen penuh pada pengamanan serta kenyamanan masyarakat selama prosesi adat berlangsung.

"Bagi kami, yang utama adalah bagaimana tradisi 1 Suro tetap berlangsung khidmat, aman, dan tertib. Kami menghormati dinamika yang ada di internal Keraton Kasunanan.

Pemerintah Kota bersama Forkopimda akan fokus pada pengamanan, kelancaran lalu lintas, dan kenyamanan masyarakat yang ingin menyaksikan maupun mengikuti rangkaian tradisi ini," kata Respati Ardi.

Pemerintah Kota Solo juga telah melakukan koordinasi intensif bersama jajaran TNI dan Polri demi memastikan stabilitas keamanan di wilayah Surakarta.

"Semoga acara ini lancar. Saya berharap seluruh pihak dan seluruh masyarakat ikut mendukung kelancaran kegiatan Kirab 1 Suro.

Semoga dari kesakralan ini, kita mendapatkan manfaat langsung dan menjadi ruang refleksi diri," kata Respati Ardi.

Selain aspek kesakralan ritual spiritual, kegiatan kebudayaan ini diproyeksikan mampu mendatangkan dampak positif bagi sektor pariwisata daerah.

"Kirab 1 Suro juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata. Saya berharap banyak tamu-tamu yang akan hadir di Kota Solo.

Mari kita bersama-sama menjaga kelancaran Kirab 1 Suro," kata Respati Ardi.