Ketua tim peneliti UPN, Basuki Rahmat, menyatakan bahwa mereka tidak menemukan hubungan antara rumah yang terbakar dengan gelembung gas yang ditemukan di Sungai Nepen.

Meskipun sempat ditemukan singkapan batuan lempung gelap dan gelembung di sungai, pengujian membuktikan gas tersebut tidak mudah terbakar.

Integrasi data geomagnet dan geolistrik menegaskan tidak adanya hubungan struktural bawah permukaan yang memicu api.

Basuki menegaskan bahwa timnya resmi menutup penelitian dan menyimpulkan tidak ada hubungan gas di Sungai Nepen dengan rumah yang terbakar.

Lantaran seluruh kajian akademis menyatakan nihil fenomena alam, BPBD Sleman secara resmi menyerahkan kelanjutan penyelidikan kasus ini kepada jajaran Satreskrim Polresta Sleman.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan bahwa karena tidak ada hubungan dengan gas alam, tugas satreskrim dan timnya adalah mencari penyebab munculnya api.

Kasat Reskrim Polresta Sleman menyatakan pihaknya akan menganalisis semua berkas temuan dari para ahli untuk menentukan langkah penegakan hukum selanjutnya.

>>> 124 Desa Adat di Badung Wajib Miliki Aturan Pengelolaan Sampah

Proses pendalaman oleh Satreskrim Polresta Sleman saat ini sedang berjalan dengan memeriksa kesesuaian sisa material di tempat kejadian.