Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir sesi I perdagangan Rabu, 17 Juni 2026.

Indeks terkoreksi 52,49 poin atau 0,84 persen ke posisi 6.202,46.

>>> Kemenhub Usulkan Tambahan Anggaran Rp 20,11 Triliun untuk 2027

Padahal, IHSG sempat bergerak menguat pada pembukaan perdagangan pagi hari. Namun, tekanan jual kemudian mendominasi hingga akhir sesi pertama.

Data Bursa Efek Indonesia mencatat nilai transaksi mencapai Rp 16,29 triliun.

Volume perdagangan tercatat 22,30 miliar saham dengan frekuensi 1,58 juta kali, dan kapitalisasi pasar berada di Rp 10.768 triliun.

Sebanyak 418 saham mengalami penurunan, 288 saham menguat, dan 253 saham stagnan. Mayoritas sektor industri berada di zona merah.

Sektor Industri dan Energi Pimpin Pelemahan

Sektor industri menjadi yang terpuruk dengan penurunan 2,15 persen. Sektor energi menyusul turun 1,97 persen.

Sektor transportasi melemah 1,45 persen, teknologi amblas 1,29 persen, barang baku turun 1,25 persen, dan keuangan terpangkas 1,18 persen.

Sektor properti dan real estate kehilangan 0,80 persen, barang konsumen non-primer melorot 0,77 persen, serta kesehatan dan infrastruktur masing-masing turun 0,33 persen.

Hanya sektor barang konsumen primer yang menguat 0,52 persen.

Saham LQ45 dan Transaksi Terbesar

Beberapa emiten besar di indeks LQ45 ikut menekan IHSG.

>>> BCA Terapkan Prinsip Kehati-hatian untuk Jaga Kualitas Kredit

Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 5,04 persen ke Rp 700, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 4,52 persen ke Rp 1.690, dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) terkoreksi 3,92 persen ke Rp 1.595.

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) turun 3,78 persen ke Rp 356, dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melemah 3,39 persen ke Rp 570.