Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada sesi pertama perdagangan, Rabu (17/6/2026).

Indeks utama bursa domestik ini tercatat ambles 0,84 persen ke level 6.202.

>>> Kapitalisasi Pasar SpaceX Lampaui Amazon dan Microsoft

Penurunan tersebut dipicu oleh aksi jual masif pada saham-saham berkapitalisasi besar. Emiten sektor konglomerasi menjadi penekan utama pergerakan indeks.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) anjlok hingga 10,6 persen.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga merosot 6,1 persen, diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang terkoreksi 5,7 persen.

Mayoritas Sektor Melemah

Hingga penutupan sesi pertama, mayoritas sektor saham membukukan kinerja negatif. Sektor industrials dan energi menjadi dua lini dengan kejatuhan paling dalam.

Hanya indeks sektor non-siklikal yang mampu bertahan di zona hijau. Sektor ini menjadi satu-satunya penahan agar kejatuhan indeks tidak lebih parah.

>>> Pemerintah Luncurkan Sistem Perlinsos Digital Berbasis AI Oktober 2026

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat dibuka menguat di level 6.321,961. Indeks bahkan sempat menyentuh posisi tertinggi 6.377,190 sebelum berbalik melemah.

Tekanan jual yang terus menguat membuat IHSG tertekan hingga level terendah 6.200,220. Sebanyak 394 saham bergerak di zona merah, 275 saham menguat, dan 144 saham stagnan.

Volume perdagangan tercatat mencapai 22,06 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp 16,31 triliun dan frekuensi 1,57 juta kali.

Kapitalisasi pasar BEI masih terjaga di level Rp 10.793 triliun.

>>> Marquez hingga Bezzecchi Siap Menguji Motor MotoGP 850 cc di Brno

Sementara itu, pergerakan bursa Asia bervariasi. Bursa Tokyo dan Mumbai menguat, sedangkan Hong Kong dan Shanghai melemah.