Kapitalisasi Pasar SpaceX Lampaui Amazon dan Microsoft
Kapitalisasi pasar SpaceX berhasil melampaui raksasa teknologi Amazon dan Microsoft pada perdagangan Selasa (16/6/2026).
Lonjakan harga saham sebesar 4 persen mendorong nilai perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut menembus angka tertinggi sebelum mengalami koreksi menjelang penutupan.
>>> Pemerintah Luncurkan Sistem Perlinsos Digital Berbasis AI Oktober 2026
Menurut laporan CNBC, kapitalisasi pasar SpaceX sempat menyentuh 2,94 triliun dolar AS (Rp 52,1 kuadriliun) pada perdagangan pertengahan pagi.
Angka tersebut melampaui valuasi Microsoft yang sebesar 2,93 triliun dolar AS (Rp 51,9 kuadriliun).
Meskipun ditutup lebih rendah di angka 2,65 triliun dolar AS (Rp 46,9 kuadriliun), posisi SpaceX masih berada di atas kapitalisasi pasar Amazon yang bernilai 2,64 triliun dolar AS.
Rencana Akuisisi dan Ekspansi Besar-besaran
Pertumbuhan valuasi ini bertepatan dengan pengumuman SpaceX yang berencana mengakuisisi startup pemrograman kecerdasan buatan (AI) populer, Cursor, senilai 60 miliar dolar AS (Rp 1,06 kuadriliun).
>>> Marquez hingga Bezzecchi Siap Menguji Motor MotoGP 850 cc di Brno
Kesepakatan akuisisi yang diperkirakan rampung pada kuartal ketiga tahun ini bertujuan mempercepat langkah SpaceX meraih pemasukan total 1 triliun dolar AS.
Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai program peluncuran 100.000 unit satelit ke luar angkasa.
Langkah ekspansi ini juga direncanakan untuk memperkuat posisi SpaceX dalam bersaing melawan laboratorium AI terkemuka seperti OpenAI dan Anthropic yang menawarkan perangkat pemrograman sejenis.
Dilansir Gulf News, Jumat (12/6/2026), SpaceX berencana melakukan ekspansi besar-besaran pada konstelasi Starlink hingga lebih dari 100.000 satelit generasi berikutnya, Version 3 dan yang lebih baru.
>>> Messi Samai Rekor Gol Klose Usai Hat-trick ke Gawang Aljazair
Pihak manajemen menyatakan peningkatan skala konstelasi satelit tersebut sangat krusial untuk memenuhi lonjakan permintaan bandwidth dari sistem kecerdasan buatan serta memposisikan pusat data orbital sebagai masa depan komputasi berkinerja tinggi.
Update Terbaru
25 Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa Piala Dunia
Rabu / 17-06-2026, 14:17 WIB
Cara Memakai Quick Share Windows untuk Kirim File dari Android
Rabu / 17-06-2026, 14:17 WIB
6 Ponsel dengan Wireless Charging Mulai Rp3 Jutaan, Setara Flagship
Rabu / 17-06-2026, 14:16 WIB
Lenovo Tab Plus Gen 2 Resmi: Layar 12,1 Inci 2.5K 120Hz dan Speaker JBL 9 Unit
Rabu / 17-06-2026, 14:16 WIB
Messi Cetak Hattrick Lawan Aljazair, Samai Rekor Gol Klose
Rabu / 17-06-2026, 14:16 WIB
InJourney Airports Proyeksikan 5,46 Juta Penumpang Selama Libur Sekolah
Rabu / 17-06-2026, 14:16 WIB
BookCabin Travel Fair 2026 Hadir di Medan dengan Flash Sale Tiket Pesawat
Rabu / 17-06-2026, 14:16 WIB
Roberto Martinez Dikabarkan Tinggalkan Portugal Usai Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 14:15 WIB
Rekomendasi Laptop Pelajar Terbaik Harga Rp5 hingga Rp8 Jutaan
Rabu / 17-06-2026, 14:15 WIB
PHDI Luruskan Kesalahpahaman Makna Hari Raya Galungan dan Kuningan
Rabu / 17-06-2026, 14:14 WIB
Lionel Messi Cetak Hattrick, Argentina Kalahkan Aljazair 3-0
Rabu / 17-06-2026, 14:13 WIB
MUI Apresiasi Kesepakatan Damai AS dan Iran, Dorong Stabilitas Kawasan
Rabu / 17-06-2026, 14:13 WIB
MR DIY Indonesia Bagikan Dividen Perdana Rp17,62 Per Saham
Rabu / 17-06-2026, 14:12 WIB
Menkeu Siapkan Penerbitan Panda Bond di China untuk Pembiayaan Pembangunan
Rabu / 17-06-2026, 14:12 WIB






