Saham SpaceX kembali mencatatkan kenaikan signifikan pada hari kedua perdagangannya di bursa saham. Harga saham SPCX melonjak 20 persen, melanjutkan reli 19 persen pada akhir pekan lalu.

Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar SpaceX mencapai US$412 miliar atau sekitar Rp7.296,1 triliun.

>>> 3 Rekomendasi Serum Tranexamic Acid untuk Memudarkan Bekas Jerawat

Pada perdagangan Senin, saham ditutup di level US$192,46, lebih dari 42 persen di atas harga IPO sebesar US$135.

Pertumbuhan tersebut membuat nilai perusahaan menembus US$2,5 triliun, menempatkan SpaceX di antara enam perusahaan terbesar dunia.

SpaceX hanya perlu kurang dari US$135 miliar untuk menggeser Amazon yang bernilai hampir US$2,7 triliun.

Opsi Greenshoe dan Dana Terkumpul

SpaceX telah mengeksekusi opsi over-allotment atau greenshoe dalam proses IPO. Opsi ini memberikan hak kepada penjamin emisi untuk menjual tambahan 83,3 juta saham.

Total dana yang berhasil dihimpun mencapai US$86,2 miliar, atau US$85,7 miliar setelah dikurangi biaya penjaminan senilai US$500 juta.

Kesuksesan IPO ini meredakan kekhawatiran pasar tentang penyerapan emisi skala besar.

Keberhasilan ini dinilai membuka jalan bagi rencana IPO kompetitor AI seperti Anthropic PBC dan OpenAI yang berpotensi go public tahun ini.

Fenomena ini memperkuat kepercayaan investor terhadap reli sektor kecerdasan buatan.

Respons Investor dan Dampak Pasar

"Kami tidak terkejut melihat adanya permintaan awal," kata Max Gokhman, wakil presiden senior di Franklin Templeton Investment Solutions.

"Ada begitu banyak investor, terutama investor ritel yang menanti di pinggir lapangan, yang tidak bisa mendapatkan akses."

Data Vanda Research menunjukkan volume pembelian trader ritel terhadap saham SpaceX dalam dua hari pertama setara dengan total pembelian mereka di seluruh pasar saham AS selama sepekan penuh.