Elon Musk resmi menyandang status triliuner setelah perusahaan antariksa miliknya, SpaceX, melakukan penawaran umum perdana (IPO).

Berdasarkan data Forbes, kekayaan bersih Musk melesat hingga USD 1,3 triliun atau sekitar Rp 20.000 triliun pada penutupan perdagangan Senin lalu.

>>> Tecno Spark 50 Pro Resmi Meluncur dengan Desain Baru dan Baterai Besar

Dengan nilai tersebut, ia unggul jauh dari orang terkaya kedua di dunia, salah satu pendiri Google Larry Page, yang memiliki kekayaan USD 301,4 miliar.

Kepemilikan Saham SpaceX Jadi Kunci

Lonjakan kekayaan ini tidak berasal dari gaji atau bonus sebagai CEO, melainkan dari kepemilikan sahamnya di SpaceX sebesar 42%.

Antusiasme publik saat saham SpaceX mulai diperdagangkan mendorong valuasi perusahaan naik drastis, sehingga nilai aset Musk ikut terdongkrak.

Fluktuasi kekayaan Musk akan terus terjadi seiring pergerakan harga saham SpaceX dan Tesla, di mana ia juga menguasai sekitar 12,8% saham.

>>> Jusuf Kalla: Masjid Harus Jadi Pusat Pendidikan dan Ekonomi untuk Kesejahteraan Jamaah

Pada 2022, Musk sempat kehilangan kekayaan hingga USD 100 miliar dalam setahun. Namun, kerugian itu terbayar lunas hanya dalam sehari perdagangan setelah IPO SpaceX.

Pada Oktober 2025, ia juga menjadi orang pertama yang menembus kekayaan di atas setengah triliun dolar, jauh di atas taipan teknologi seperti Jeff Bezos dan Mark Zuckerberg.

Meski status triliunernya kokoh, posisi tersebut tetap berisiko jika harga saham SpaceX atau Tesla turun tajam.

Di sisi lain, Musk berpotensi menambah kekayaan dari Tesla setelah dewan direksi menyetujui paket kompensasi lebih dari USD 1 triliun.

>>> BEM Bersatu Duga Oknum Eks Petinggi Militer di Balik Penolakan MBG

Paket itu akan cair jika ia mampu melipatgandakan valuasi Tesla delapan kali lipat, menjual satu juta robot AI, dan memasarkan 12 juta unit mobil Tesla tambahan dalam satu dekade.