PT Niramas Utama, produsen makanan dan minuman bermerek Inaco, berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026.

Perusahaan dengan kode emiten JELI ini membidik dana segar maksimal sebesar Rp392 miliar melalui penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO).

>>> Persebaya Rekrut Lima Pemain Lokal Baru untuk Musim 2026/2027

Pada masa bookbuilding, harga saham ditetapkan dalam kisaran Rp900 hingga Rp1.120 per lembar saham.

Perseroan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham biasa kepada publik. Jumlah itu setara dengan 25,93 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Kinerja Keuangan dan Prospek

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, penjualan JELI mencapai Rp753,05 miliar. Angka ini turun 4,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp788,43 miliar.

Meski penjualan menurun, laba bersih perusahaan melonjak 219,7 persen menjadi Rp39,36 miliar. Hal ini didorong oleh pemangkasan biaya produksi dan penurunan beban keuangan.

>>> Di Balik Penguatan Rupiah dan IHSG: Respons Cepat Otoritas dan Peluang Investasi

Total aset perusahaan juga meningkat dari Rp522,60 miliar menjadi Rp552,11 miliar.

Pendiri WH-Project William Hartanto menilai pertumbuhan laba bersih dan rencana penggunaan dana IPO untuk belanja modal menjadi daya tarik utama bagi calon investor.

Namun, ia mengingatkan bahwa porsi free float yang besar, yakni 25,93 persen, berpotensi meredam efek kelangkaan saham di pasar.

"Saham JELI memiliki peluang menguat saat listing, tetapi risiko profit taking juga tinggi karena jumlah saham publik yang besar," ujar William kepada Kontan, Selasa (16/6/2026).

>>> Seskab: Tahun Baru Islam Momentum Muhasabah Diri

Ia juga menyarankan pelaku pasar untuk mencermati rekam jejak broker penjamin emisi sebelum membeli saham. Riwayat emiten sebelumnya yang dibawa broker kerap memengaruhi sentimen pasar pada perdagangan awal.