Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melonjak signifikan pada Senin (15/6/2026).

Indeks naik 247,3 poin atau 4,12 persen ke level 6.254,9.

>>> Ekonomi China Tidak Seimbang pada Mei 2026, Penjualan Ritel Turun

Penguatan tajam ini terjadi di tengah aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp 106 miliar di seluruh pasar.

Sepanjang tahun berjalan, total net sell asing telah menembus Rp 67,4 triliun.

Pada pasar reguler, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi sasaran jual terbesar asing dengan nilai Rp 335,5 miliar.

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga dilepas senilai Rp 184 miliar.

Selain itu, investor asing melepas saham PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp 144,5 miliar dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp 115 miliar.

Di sisi lain, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi incaran utama dengan net buy asing tertinggi mencapai Rp 543,09 miliar.

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dibeli bersih Rp 396,1 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 203,6 miliar.

Saham PT Antam Tbk (ANTM) juga masuk daftar buruan asing dengan pembelian bersih Rp 162,7 miliar.

>>> Waskita Beton Precast Gelar Private Placement Tahap VI pada 22 Juni 2026

Secara keseluruhan, terdapat 633 saham yang menguat, 133 saham melemah, dan 193 saham stagnan. Total transaksi mencapai Rp 30,1 triliun.

Sentimen Damai AS-Iran Dorong Pasar

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut penguatan IHSG dan bursa regional Asia dipicu sentimen positif kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade laut AS, pelonggaran sanksi Iran, hingga pembongkaran program nuklir Teheran.

Meredanya ketegangan geopolitik diperkirakan mendorong penurunan harga minyak dunia, mengurangi tekanan inflasi, serta memperkuat nilai tukar rupiah.

Hampir seluruh sektor saham menguat.

Sektor barang baku memimpin dengan kenaikan 7,2 persen, disusul sektor keuangan 5,2 persen, perindustrian 4,5 persen, dan barang konsumen primer 3,8 persen.

Sektor transportasi dan infrastruktur sama-sama naik 2,9 persen, barang konsumen non-primer 2,7 persen, energi 2,3 persen, properti 2 persen, dan teknologi 1,7 persen.

>>> Emiten BEI Gelar Buyback Saham Bernilai Jumbo, Total Capai Rp 17,8 Triliun

Sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang melemah, turun 0,6 persen.