Pasar keuangan Asia mencatatkan reli luar biasa pada perdagangan Senin (15/6/2026) setelah Amerika Serikat dan Iran secara resmi menyepakati perdamaian.

Kesepakatan ini mengakhiri konflik bersenjata yang telah berlangsung selama hampir empat bulan.

>>> IHSG Melesat 4,12% ke 6.254,96, Konflik Global Mereda

Perdamaian mencakup pembukaan kembali jalur perdagangan vital di Selat Hormuz serta penghentian seluruh operasi militer di semua lini, termasuk Lebanon.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator, mengumumkan komitmen kedua negara melalui media sosial.

"Setelah melalui pembicaraan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan Kesepakatan Damai antara AS dan Republik Islam Iran telah TERCAPAI," ujar Sharif di X pada Minggu.

Pengumuman itu langsung dikonfirmasi oleh pihak Amerika Serikat. "Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah rampung," tulis Trump melalui platform Truth Social.

Dampak positif dari meredanya ketegangan geopolitik global memicu lonjakan indeks utama di kawasan Asia.

Bursa Tokyo melesat 5,4 persen ke angka 69.603,91 dan indeks Kospi di Seoul melonjak 4,9 persen.

Sentimen eksternal tersebut juga menekan harga minyak mentah Brent turun menjadi US$ 83,64 per barel, sementara minyak acuan AS anjlok ke level US$ 80,61 per barel.

>>> Bank Indonesia Awasi Peredaran Tautan Saldo Gratis Hari Ini

Di dalam negeri, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 152 poin menjadi Rp 17.708 per dolar AS pada penutupan Senin sore.

Penguatan rupiah dipicu oleh redanya konflik Timur Tengah dan keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional bersama Komisi XI DPR RI menggelar rapat tertutup untuk membahas efisiensi besar-besaran anggaran Program Makan Bergizi Gratis tahun 2027.