Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran pada Senin (15/6/2026).

Perjanjian tersebut mencakup penghentian permanen operasi militer dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

>>> Elon Musk Resmi Jadi Triliuner Usai IPO SpaceX, Kekayaan Tembus Rp 20.000 Triliun

Kesepakatan ini langsung meredakan ketegangan geopolitik global dan mendorong penguatan di berbagai pasar keuangan.

Respons Positif Pasar Saham dan Mata Uang

Indeks Nasdaq menguat 0,31%, Dow Jones naik 0,70%, S&P 500 tumbuh 0,50%, dan NYSE Composite bertambah 0,78%.

Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 3,67% ke level 6.228.

Nilai tukar rupiah juga menguat ke kisaran Rp 17.700 per dolar AS.

Pasar Kripto Ikut Terangkat

Bitcoin mencapai kisaran US$ 66.101 pada Selasa (16/6) pukul 10.45 WIB, naik 0,30% dalam 24 jam dan menguat 5,33% dalam sepekan.

>>> Tecno Spark 50 Pro Resmi Meluncur dengan Desain Baru dan Baterai Besar

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan membaiknya sentimen global mendorong masuknya kembali aliran dana ke aset digital.

"Ketika ketidakpastian geopolitik mulai mereda, kepercayaan investor meningkat. Ini dapat mendorong aliran dana ke aset berisiko seperti Bitcoin," ujar Ryan.

Meski pasar sedang positif, Ryan mengingatkan investor untuk waspada terhadap volatilitas tinggi dan memperhatikan faktor makroekonomi seperti suku bunga dan likuiditas global.

Ia menyarankan investor memahami fundamental aset, meningkatkan literasi, dan memantau perkembangan pasar.

>>> Jusuf Kalla: Masjid Harus Jadi Pusat Pendidikan dan Ekonomi untuk Kesejahteraan Jamaah

Bittime juga merekomendasikan aset tokenisasi berbasis real-world assets (RWA) seperti Tether Gold (XAUT), Silver Token (SLVON), SP500 Tokenized ETF (SPYX), Tesla Tokenized Stock (TSLAX), dan Nasdaq Tokenized ETF (QQQX).