Harga aset kripto utama dan logam mulia mengalami penguatan signifikan setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati perjanjian damai pada perdagangan Selasa (16/6).

Data Coinmarketcap menunjukkan token Bitcoin (BTC) melonjak 5,87 persen dalam sepekan terakhir ke level US$ 66.596 atau setara Rp 1,17 miliar dengan asumsi kurs Rp 17.708 per dolar AS.

>>> Lima Drama Korea Terbaru Raih Rating Tinggi Periode Juni 2026

Nilai tersebut naik tajam dari titik terendah sebelumnya yang sempat menyentuh kisaran US$ 62.850.

Tren positif ini menular pada komoditas logam mulia yang mencatatkan kenaikan harga.

Emas mengalami apresiasi hampir 3 persen dalam waktu 24 jam terakhir hingga diperdagangkan di atas level US$ 4.330 per troy ons menyusul pengumuman rekonsiliasi geopolitik tersebut.

Pemicu Lonjakan Harga

Lonjakan harga aset investasi ini dipicu oleh pernyataan resmi mengenai situasi geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan laporan Coindesk, kesepakatan damai dengan Iran telah tercapai sejak Minggu (14/6) kemarin.

"Telah mencapai kesepakatan damai dengan Iran pada Minggu (14/6) kemarin," kata Presiden AS Donald Trump.

>>> Promo Produk Segar Superindo, Tip Top, dan Hypermart Mulai 4 Mei 2026

Rencana penandatanganan kesepakatan yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni.

Sentimen positif ini langsung meredam harga minyak mentah sebesar 5 persen ke kisaran US$ 80 per barel, atau merosot sekitar 33 persen dari harga tertinggi awal Maret yang menembus US$ 120, sekaligus memicu reli bursa saham global.

Kendati demikian, pergerakan pasar kripto selanjutnya diperkirakan masih tertahan karena para pelaku mendiversifikasi fokus pada agenda ekonomi penting lainnya.

Pasar kini sedang mengantisipasi hasil pertemuan FOMC pada 17 Juni yang menjadi debut perdana bagi Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve.

Mayoritas pelaku pasar saat ini memproyeksikan tingkat kepastian yang sangat tinggi terkait kebijakan moneter AS mendatang.

>>> Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Palu, Warga dan Pasien Rumah Sakit Dievakuasi

Konsensus pasar menunjukkan probabilitas sebesar 97 persen bahwa Bank Sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 3,50 hingga 3,75 persen.