Pasar kripto global kembali menguat pada perdagangan Senin (15/6/2026) setelah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mulai mereda.

Sentimen risiko di pasar keuangan global membaik menyusul kesepakatan awal kedua negara untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.

>>> Tensura Season 4 Episode 77 Tayang Pekan Ini, Rimuru Hadapi Dewan Barat

Harga Bitcoin sempat menembus level US$65.900, kemudian bergerak di kisaran US$63.900 hingga US$65.900.

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin naik sekitar 2% dan hampir 8% di atas level terendah pekan lalu.

Ethereum menguat 5,1% ke US$1.758, Solana naik 6,6% ke US$72,6, dan XRP bertambah 7,1% menjadi US$1,2.

Hyperliquid (HYPE) mencatat lonjakan tertinggi sebesar 11,6% ke US$67,8.

>>> Simulasi Biaya Tol dan BBM Jakarta-Yogyakarta Pakai Daihatsu Sigra

Aloysia Dian, Chief Marketing Officer Indodax, mengatakan pasar kripto merespons membaiknya sentimen global setelah ketidakpastian geopolitik mereda. Investor cenderung kembali meningkatkan eksposur ke aset berisiko seperti Bitcoin.

Penguatan pasar kripto sejalan dengan aset risiko global lain, seperti saham Asia dan indeks berjangka AS.

Sebaliknya, harga minyak Brent terkoreksi lebih dari 4% ke kisaran US$83 per barel karena premi risiko geopolitik menurun.

Meski situasi mulai kondusif, Aloysia Dian mengingatkan investor untuk tetap mencermati faktor lain seperti arus dana institusional melalui ETF Bitcoin spot, kebijakan moneter global, regulasi, dan likuiditas.

>>> Karyawan Meta Keluhkan Budaya Kerja Brutal, Divisi AI Disebut Seperti Gulag

Dalam sepekan terakhir, ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus keluar dana sebesar US$1,72 miliar, menunjukkan sikap hati-hati sebagian investor institusional.