Kondisi moral pekerja di Meta dilaporkan merosot tajam setelah gelombang pemutusan hubungan kerja yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

Keadaan ini memicu ketegangan hebat di internal perusahaan raksasa teknologi tersebut.

>>> Sekolah Perlu Siapkan Ide Lomba Hari Kartini 2026 Edukatif

Sejumlah staf yang dipertahankan dan dialihkan ke unit kecerdasan buatan bahkan menyamakan tempat kerja mereka dengan 'gulag'. Istilah tersebut merujuk pada sistem penjara atau kamp kerja paksa.

Situasi memanas ketika sebuah sesi presentasi internal yang disiarkan langsung untuk para staf dibajak oleh oknum karyawan pekan ini.

Pelaku meluapkan kemarahan dan memprovokasi peserta lain untuk merundung seorang eksekutif senior Meta.

Aksi spontan tersebut membuat salah satu presenter dilaporkan spontan menutupi wajah dengan tangan karena terkejut.

Menurut laporan Wired, ledakan emosi ini menjadi cerminan dari rasa frustrasi yang terpendam di dalam unit Applied AI.

Unit Applied AI merupakan divisi khusus yang diperkuat oleh 6.500 engineer serta manajer. Mereka mengemban tugas berat untuk menyokong target dan ambisi riset kecerdasan buatan perusahaan.

Banyak pekerja Meta terkejut saat dipindahkan secara mendadak ke unit Applied AI. Proses pemindahan tersebut diinformasikan hanya melalui email dan dirasa berjalan sangat acak.

Dokumen internal perusahaan menunjukkan bahwa rotasi besar-besaran ini dipicu oleh kemampuan model AI Meta yang dinilai masih kurang.

Teknologi tersebut belum mampu melampaui kemampuan manusia dalam menyelesaikan tugas-tugas teknis seperti pemrograman.

>>> PIP Juni 2026 Cair, Cek Penerima Online via SIPINTAR

Para engineer yang dipindahkan kini ditugaskan untuk menyusun berbagai teka-teki dan problem coding. Hal ini dilakukan demi melatih kemampuan model AI agar lebih optimal.