Karyawan Meta Platforms Inc. yang dipindahkan ke divisi Applied AI mengeluhkan kondisi kerja yang buruk dan melelahkan.

Mereka merasa tertekan akibat gelombang PHK yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

>>> Saham SpaceX Melonjak 20 Persen, Pecahkan Rekor Indeks Nasdaq

Ketegangan memuncak ketika seorang pekerja membajak presentasi internal yang disiarkan langsung pada Selasa (16/6/2026).

Oknum tersebut meluapkan kemarahan dan memprovokasi peserta lain untuk menghina seorang eksekutif senior.

Menurut laporan Wired, insiden itu mencerminkan frustrasi di unit Applied AI yang menaungi sekitar 6.500 insinyur dan manajer.

Unit ini dibentuk untuk mendukung ambisi Meta dalam pengembangan kecerdasan buatan.

Bulan lalu, Business Insider mengungkap bahwa pemindahan staf ke divisi tersebut dilakukan secara sepihak melalui surat elektronik.

Kebijakan ini diambil karena model AI Meta dinilai kekurangan data untuk melampaui kemampuan manusia dalam tugas teknis.

>>> Adidas Trionda, Bola Piala Dunia 2026 yang Wajib Diisi Daya Listrik

Para pekerja yang dimutasi kini bertanggung jawab menyusun teka-teki dan masalah coding untuk melatih model AI. Mereka merasa dipaksa memilih antara menerima penugasan atau mengundurkan diri.

"Ini benar-benar seperti gulag," kata seorang karyawan kepada Wired. Staf lain menambahkan, "Kebanyakan orang menganggap pekerjaan ini sangat melelahkan jiwa."

Penurunan motivasi kerja juga meluas ke divisi lain.

Lebih dari 1.600 karyawan menandatangani petisi menolak program pelacakan klik dan ketukan tombol keyboard yang digunakan untuk mengumpulkan data pelatihan AI.

Atmosfer kerja yang tidak kondusif memaksa manajemen puncak turun tangan.

>>> Aldi Satya Mahendra Raih Podium Ketiga di WorldSSP Misano 2026

Chief Product Officer Meta, Chris Cox, mengadakan pertemuan khusus dengan staf pekan ini untuk membahas lingkungan kerja yang diakuinya sangat brutal.