Karyawan Meta Platforms Inc. mengeluhkan penurunan semangat kerja yang drastis setelah menghadapi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam beberapa tahun terakhir.

Keluhan semakin mengemuka setelah sejumlah pekerja dipindahkan ke divisi Applied AI pekan ini.

>>> Bobby Nasution Resmi Buka MTQ ke-40 Tingkat Sumut di Deliserdang

Applied AI adalah unit kerja yang menampung sekitar 6.500 teknisi dan manajer untuk mengembangkan kecerdasan buatan perusahaan.

Banyak karyawan terkejut karena proses pemindahan divisi terkesan acak dan hanya diumumkan melalui surat elektronik.

Mereka dihadapkan pada pilihan sulit: menerima penugasan di Applied AI atau keluar dari perusahaan.

Langkah rotasi paksa ini diambil karena model AI Meta dinilai masih kekurangan kemampuan teknis untuk melampaui keahlian manusia dalam pemrograman.

Para pekerja yang dialihkan kemudian ditugaskan menyusun teka-teki dan masalah pemrograman untuk melatih teknologi tersebut.

Kondisi internal yang memburuk memicu aksi protes ketika seorang karyawan membajak siaran langsung presentasi internal pekan ini.

>>> Dishub DKI Tiadakan Ganjil Genap Hari Ini karena Libur Tahun Baru Islam

Insiden tersebut diwarnai luapan kemarahan yang mengajak peserta rapat virtual untuk menghina seorang eksekutif senior Meta, hingga membuat salah satu presenter menutupi wajahnya.

Seorang karyawan kepada Wired mengatakan, "Ini benar-benar seperti gulag." Karyawan lain menambahkan, "Kebanyakan orang menganggap pekerjaan ini sangat melelahkan jiwa."

Gejolak tidak terbatas pada unit Applied AI.

Lebih dari 1.600 pegawai Meta telah menandatangani petisi penolakan terhadap program pelacakan aktivitas perangkat yang memantau klik dan ketukan tombol keyboard untuk mengumpulkan data pelatihan AI.

Situasi kerja yang semakin suram memaksa manajemen puncak memberikan respons.

>>> Jisoo Blackpink Bintangi Drakor Boyfriend on Demand di Netflix

Chief Product Officer Meta, Chris Cox, membahas atmosfer kerja yang brutal tersebut dalam pertemuan tatap muka dengan para karyawan pekan ini.