Sentimen pasar global kembali membaik setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz.

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, mengatakan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah memberikan ruang bagi investor untuk kembali meningkatkan eksposur terhadap aset dengan volatilitas tinggi.

>>> Tarif Tambahan AS Ancam Lebih dari Separuh Ekspor Brasil

Menurutnya, ketidakpastian geopolitik yang mulai mereda mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko, termasuk aset kripto.

Akibatnya, harga Bitcoin sempat menembus level 65.900 dolar AS pada Senin (15/6).

“Pasar kripto saat ini merespons membaiknya sentimen global setelah ketidakpastian geopolitik mulai mereda.

Ketika risiko global menurun, investor cenderung kembali meningkatkan eksposur terhadap aset dengan volatilitas tinggi, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Hal tersebut yang saat ini turut mendorong pemulihan harga di pasar,” ujar Aloysia.

>>> UNGA Gelar Dialog Kelima dengan Kandidat Sekjen PBB

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Senin (15/6), Bitcoin diperdagangkan di kisaran 63.900 - 65.900 dolar AS, atau naik sekitar 2 persen dalam 24 jam terakhir.

Penguatan tersebut juga menempatkan Bitcoin hampir 8 persen di atas level terendah pekan lalu yang sempat berada di bawah 60.900 dolar AS.

Selain Bitcoin, mayoritas aset kripto utama juga mencatatkan penguatan.

Ethereum naik sekitar 5,1 persen ke level 1.758 dolar AS, Solana menguat 6,6 persen menjadi 72,6 dolar AS, dan XRP bertambah 7,1 persen ke 1,2 dolar AS.

>>> Lewis Hamilton Menangi F1 GP Barcelona-Catalunya 2026 Usai Strategi Ferrari Berjalan Sempurna

Di antara aset kripto berkapitalisasi besar, Hyperliquid (HYPE) menjadi salah satu aset dengan kenaikan tertinggi setelah menguat sekitar 11,6 persen ke level 67,8 dolar AS.