Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) pada Senin (15/6) menggelar dialog interaktif kelima dengan seorang kandidat untuk posisi sekretaris jenderal (sekjen) PBB berikutnya.

Kandidat tersebut adalah Maria Fernanda Espinosa, mantan presiden UNGA sekaligus mantan menteri luar negeri dan menteri pertahanan Ekuador.

>>> Lewis Hamilton Menangi F1 GP Barcelona-Catalunya 2026 Usai Strategi Ferrari Berjalan Sempurna

Ia dinominasikan oleh Antigua dan Barbuda pada Mei lalu.

Dalam dialog, Espinosa memaparkan pernyataan visinya serta menjawab pertanyaan dari negara-negara anggota PBB dan perwakilan masyarakat sipil.

Topik yang dibahas mencakup kemampuan kepemimpinan, pengalaman, reformasi PBB, serta tiga pilar PBB: perdamaian dan keamanan, hak asasi manusia, dan pembangunan.

Espinosa menyebutkan bahwa ia mengincar posisi sekjen PBB di saat dunia tidak membutuhkan perumusan ulang visi multilateral, melainkan hasil nyata.

"Yang dibutuhkan adalah PBB yang mampu mencegah krisis lebih awal, merespons secara lebih koheren, bertindak dengan lebih efektif, dan memulihkan keyakinan terhadap nilai tindakan kolektif," ujarnya.

>>> BNPB Data Dampak Gempa M 6,7 di Sulawesi Tengah, Belum Ada Kebutuhan Mendesak

Visi Espinosa disusun berdasarkan lima pilar transformasi yang saling berkaitan, yaitu perdamaian dan keamanan, pembangunan, transformasi digital dan energi, menutup kesenjangan dalam penyampaian layanan, serta membangun kembali kredibilitas.

Ia menegaskan bahwa rencana tersebut bukanlah rencana aksi komprehensif yang ekstensif, karena kepemimpinan politik dan keuangan harus datang dari negara-negara anggota.

"Sebaliknya, rencana ini menyoroti bidang-bidang di mana Sekjen dapat bertindak secara paling efektif dalam lingkup kewenangannya untuk memulihkan kredibilitas dan kepercayaan terhadap PBB dengan memberikan hasil nyata," paparnya.

Sebelumnya, pada akhir April, UNGA menggelar dialog interaktif selama dua hari dengan empat kandidat sekjen PBB lainnya.

Mereka adalah Michelle Bachelet (mantan presiden Chile), Rafael Grossi (direktur jenderal IAEA), Macky Sall (mantan presiden Senegal), dan Rebeca Grynspan (ekonom dan mantan wakil presiden Kosta Rika).

>>> Penyiar Senior TVRI Teddy Resmi Sari Meninggal di Usia 90 Tahun

Masa jabatan Antonio Guterres, sekjen PBB kesembilan yang saat ini menjabat, akan berakhir pada penghujung 2026. Sekjen PBB berikutnya akan mengambil alih peran tersebut pada 1 Januari 2027.