Presiden FIFA Gianni Infantino menggunakan fasilitas jet pribadi dari Qatar Airways untuk menghadiri dua pertandingan per hari selama turnamen Piala Dunia 2026.

Turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sejak Kamis (11/6/2026) ini memiliki tantangan geografis berupa jarak antar-stadion mencapai 4.500 kilometer dan mencakup empat zona waktu berbeda.

>>> Kopi Game Super Mario Bros Langka Terjual Rp53 Miliar, Pecahkan Rekor

Menurut laporan The Guardian, Infantino memulai mobilisasi cepat sejak laga pembuka di Mexico City, lalu terbang ke Guadalajara, Los Angeles, San Francisco, Vancouver, hingga Miami.

Ia juga menghadiri KTT FIFA bersama 211 asosiasi anggota di Miami.

Kritik Lingkungan Akibat Jejak Karbon

Jadwal perjalanan yang padat ini memicu sorotan dari pengamat lingkungan karena menghasilkan jejak karbon yang masif dari sektor penerbangan udara.

>>> Rupiah Menguat ke Rp 17.709 per Dollar AS pada 16 Juni 2026

New Weather Institute menyebut turnamen ini sebagai "the most polluting event ever".

Lembaga tersebut memproyeksikan Piala Dunia 2026 akan memproduksi sekitar 9 juta ton emisi setara karbon dioksida.

Sebanyak 7,7 juta ton di antaranya bersumber dari mobilitas udara yang meningkat empat kali lipat dibanding rata-rata Piala Dunia periode 2010-2022.

>>> Omoway Resmi Luncurkan Motor Listrik Pintar Mewah Omo X di Indonesia

Tantangan geografis ini tidak hanya dihadapi manajemen FIFA, tetapi juga tim peserta seperti Bosnia dan Herzegovina yang menempuh perjalanan fase grup terberat sejauh 5.060 kilometer.