Produsen otomotif Omoway memulai produksi lokal skuter listrik Omo X di fasilitas manufaktur Balaraja, Tangerang.

Langkah ini diambil untuk memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di pasar Indonesia.

>>> IHSG Diprediksi Bergerak di Rentang 6.150-6.400 pada 17 Juni 2026

Peluncuran kendaraan roda dua bertenaga listrik tersebut dilakukan pada Senin (15/6). Perusahaan telah mengucurkan dana investasi sebesar 10 juta dolar AS atau setara Rp 177 miliar.

Fokus utama Omoway saat ini adalah konsistensi kualitas rakitan dan peningkatan volume produksi secara bertahap. Manajemen tidak membeberkan angka kapasitas maksimal pabrik baru tersebut.

"Perakitannya di Balaraja, di Tangerang. Pabriknya sudah selesai dan produknya siap dikirim ke konsumen," ujar General Manager Omoway Indonesia Yulong Chen.

Proses perakitan skuter listrik ini menerapkan standar tinggi yang setara dengan komponen kendaraan roda empat. Strategi penambahan volume produksi dilakukan secara berkala demi menjaga presisi produk.

"Bukan seberapa cepat kami memproduksi, yang terpenting kualitas. Makanya kita perakitannya akan naik pelan-pelan.

>>> Harga Emas Antam 16 Juni 2026 Kokoh di Level Rp 2.729.000 Per Gram

Misalnya, bulan ini kita rakit 10 unit, bulan depan 15, bulan depan 30, bulan depan 60, bulan depan 100.

Jadi akan naik terus kapasitas produksinya," terang Chen.

Komitmen penggunaan komponen lokal dibuktikan dengan capaian sertifikasi yang melampaui standar minimal industri. "Saat ini kandungan lokalnya sudah lebih dari 40%.

Tapi sekitar 80-90% sparepart Omo X menggunakan material yang kualitasnya setara material mobil," sambung Chen.

Pengembangan rancang bangun Omo X dilakukan langsung di Indonesia dengan riset mendalam terhadap karakteristik pengguna sepeda motor di Pulau Jawa.

>>> Sesar Sausu Picu Gempa Magnitudo 6,7 di Kota Palu, Jembatan Ditutup

Produk ini dipasarkan dalam empat varian berbeda untuk wilayah Jabodetabek.