Gempa bumi dangkal bermagnitudo 6,7 mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 Wita.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa dipicu aktivitas Sesar Sausu.

>>> PSI Tegaskan Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik

Pusat gempa berada di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 16 kilometer.

Hingga pukul 14.30 Wita, BMKG mencatat 71 kali gempa susulan tanpa potensi tsunami.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama menjelaskan gempa ini merupakan jenis dangkal akibat Sesar Sausu.

Mekanisme sumber menunjukkan pergerakan turun (normal fault), berbeda dengan penyebab likuifaksi Sesar Palu-Koro pada 2018.

BMKG terus memonitor aktivitas gempa susulan dan akan menyampaikan pemutakhiran informasi kepada pemangku kepentingan dan masyarakat.

Nelly mengimbau warga tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat diminta waspada terhadap struktur bangunan yang terdampak guncangan dan menghindari bangunan retak atau rusak. Warga juga diingatkan untuk mewaspadai gempa susulan yang masih terjadi.

Dampak Gempa: Jembatan Palu III Ditutup

Guncangan merusak struktur sambungan Jembatan Palu III. Pemerintah Kota Palu bersama kepolisian menutup total akses jembatan dan menerapkan rekayasa lalu lintas darurat.

Arus kendaraan dari Jalan Kimaja dialihkan ke Jalan Rajamoili.

>>> Tanggal Pembebasan Sean Combs Maju, Jaksa Ajukan Banding

Jalur barat diarahkan lewat Jembatan Palu IV, kendaraan dari Jalan KH Wahid Hasyim dialihkan ke Jalan Teuku Umar atau Pasar Tua, dan akses timur melalui Jembatan Palu I.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu Trisno Yunianto mengatakan penutupan sementara berdasarkan instruksi kepala daerah karena terjadi kendala pada bagian jembatan setelah gempa.