Umat Islam mulai mempersiapkan diri menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Bulan Muharram menjadi momen istimewa karena termasuk salah satu bulan haram yang dimuliakan Allah SWT.

Anjuran memperbanyak puasa sunnah di bulan ini sangat utama. Rasulullah SAW menyebut puasa Muharram sebagai puasa sunnah paling utama setelah Ramadan.

>>> 390 Tabrakan Kosmik Terkatalog, Satu Buktikan Teori Stephen Hawking

Masyarakat Muslim umumnya mengincar puasa Tasua, Asyura, Ayyamul Bidh, hingga Senin-Kamis. Keutamaan ibadah ini bersandar pada hadis sahih riwayat Abu Hurairah RA.

Rasulullah SAW bersabda: "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram." (HR Muslim)

Penyebutan Muharram sebagai Syahrullah menunjukkan kemuliaan dan kedudukan khusus. Nilai pahala yang besar menjadi sarana meningkatkan ketakwaan.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah sepanjang Muharram, meski tidak harus sebulan penuh.

Sejarah dan Momentum Puasa Asyura

Puasa Asyura pada 10 Muharram memiliki akar historis sejak zaman nabi.

Saat di Madinah, Rasulullah SAW melihat kaum Yahudi berpuasa sebagai syukur atas selamatnya Nabi Musa AS dari Fir'aun.

Rasulullah SAW kemudian menjalankan puasa tersebut dan mengajak umat Islam melaksanakannya. Untuk membedakan dengan tradisi Yahudi, beliau menganjurkan tambahan puasa pada 9 Muharram (Tasua).

Jadwal Lengkap Puasa Muharram 2026

Kalender Hijriah Indonesia 2026 dari Kementerian Agama RI menjadi acuan. Berikut rincian penanggalan untuk puasa Tasua, Asyura, Ayyamul Bidh, dan Senin-Kamis.

Puasa Tasua pada Rabu, 24 Juni 2026 (9 Muharram 1448 H). Puasa Asyura pada Kamis, 25 Juni 2026 (10 Muharram 1448 H).

>>> Makanan Ultra-Proses Terbukti Turunkan Konsentrasi, Studi Ungkap