Bisnis Remitansi Perbankan Tumbuh Positif di Tengah Ketidakpastian
Bisnis remitansi perbankan di Indonesia menunjukkan kinerja positif meskipun ekonomi global dan domestik masih diliputi ketidakpastian hingga awal 2026.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membukukan lonjakan volume transaksi remitansi sebesar 47 persen secara tahunan menjadi Rp56 triliun hingga April 2026.
>>> Google Siapkan Pixel Feature Drop untuk Permudah Kreasi Konten
Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan ekspansi jaringan menjadi pendorong utama peningkatan transaksi, terutama dengan mitra di Asia.
Jaringan BSI Remittance kini mencakup 15 negara, termasuk Malaysia, Hong Kong, Singapura, Jepang, Australia, Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Qatar, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Indonesia, serta dua koridor baru di Turki dan Oman.
Manajemen BSI meyakini layanan yang terintegrasi dengan e-channel akan terus mendongkrak pendapatan komisi bank.
BCA Juga Catat Pertumbuhan
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga melaporkan tren positif pada layanan pengiriman uang valuta asing.
Kenaikan transaksi remitansi turut mendorong pendapatan selain bunga BCA yang tumbuh 14,2 persen secara tahunan menjadi Rp6,6 triliun hingga Maret 2026, dengan fee dan komisi menyumbang Rp5,5 triliun.
>>> Wapres Gibran Ajak Pelajar dan Guru Kuasai AI untuk Indonesia Emas 2045
EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn menyatakan capaian tersebut sejalan dengan komitmen perseroan menghadirkan solusi keuangan terbaik bagi nasabah di berbagai segmen.
Layanan remitansi BCA saat ini melayani lebih dari 100 mata uang asing dengan 18 mata uang utama.
Pertumbuhan transaksi ditopang kemudahan e-channel yang dilengkapi fitur unggahan dokumen pendukung untuk transaksi di atas threshold, serta fitur Poket Valas di aplikasi myBCA.
Manajemen BCA memastikan akan terus menjaga kualitas dan keandalan sistem agar memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi nasabah hingga akhir tahun.
>>> Robot Berotot Manusia? Terobosan yang Mengaburkan Batas dengan Kehidupan
Dengan demikian, jumlah transaksi remitansi diharapkan terus bertumbuh hingga akhir tahun ini.
Update Terbaru
Luis De La Fuente Kecewa Spanyol Gagal Kalahkan Tanjung Verde
Selasa / 16-06-2026, 20:13 WIB
Daftar Kode Redeem Outerplane Juni 2026: Klaim Ether dan Tiket Rekrutmen Gratis
Selasa / 16-06-2026, 20:13 WIB
Indomaret Tebar Promo Es Krim Potongan Harga hingga Mei 2026
Selasa / 16-06-2026, 20:13 WIB
Review Film: Disclosure Day, Ambisi Spielberg yang Terlalu Padat
Selasa / 16-06-2026, 20:13 WIB
MAXStream dan Folaplay Siarkan Piala Dunia 2026, Ini Harga Paketnya
Selasa / 16-06-2026, 20:12 WIB
Meteorit NWA 12593 Ungkap Tabrakan Dahsyat yang Melelehkan Permukaan Bulan
Selasa / 16-06-2026, 20:12 WIB
Dokter Spesialis Ingatkan Pelari Pahami Sinyal Tubuh Saat Maraton
Selasa / 16-06-2026, 20:12 WIB
Kemenag Rilis Jadwal Puasa Muharram 2026 Beserta Keutamaan Amalannya
Selasa / 16-06-2026, 20:12 WIB
390 Tabrakan Kosmik Terkatalog, Satu Buktikan Teori Stephen Hawking
Selasa / 16-06-2026, 20:09 WIB
Makanan Ultra-Proses Terbukti Turunkan Konsentrasi, Studi Ungkap
Selasa / 16-06-2026, 20:09 WIB
Omoway Mulai Produksi Skuter Listrik Omo X di Tangerang, Investasi Rp 177 Miliar
Selasa / 16-06-2026, 20:09 WIB
IHSG Diprediksi Bergerak di Rentang 6.150-6.400 pada 17 Juni 2026
Selasa / 16-06-2026, 20:08 WIB
Harga Emas Antam 16 Juni 2026 Kokoh di Level Rp 2.729.000 Per Gram
Selasa / 16-06-2026, 20:08 WIB
Sesar Sausu Picu Gempa Magnitudo 6,7 di Kota Palu, Jembatan Ditutup
Selasa / 16-06-2026, 20:08 WIB






