Selama ini, robot humanoid masih kaku dan canggung saat bergerak. Kini, para ilmuwan mungkin telah menemukan cara untuk membuat robot bergerak lebih alami.

Tim dari John A.

>>> Dulu Bankir, Kini Main di Piala Dunia Berkat Chat LinkedIn

Paulson School of Engineering and Applied Sciences di Harvard berhasil menciptakan serat buatan yang meniru fungsi otot manusia.

Serat ini dicetak menggunakan teknologi 3D.

Metode ini menggabungkan dua jenis material lunak: elastomer kristal cair aktif yang berubah bentuk saat dipanaskan, dan elastomer pasif yang menahan deformasi.

Keduanya dicetak berdampingan dan dijalin menjadi jaring.

Saat dipanaskan, satu material berkontraksi sementara yang lain tetap stabil. Hasilnya, serat dapat memutar, menekuk, atau melipat tanpa perlu roda gigi atau sendi kaku.

>>> China Bangun Bendungan Raksasa Motuo di Tibet Senilai USD 168 Miliar

Dari Laboratorium ke Aplikasi Nyata

Meski masih dalam tahap eksperimen, hasil awal cukup menjanjikan.

Para peneliti telah menciptakan gripper fleksibel yang mampu mendarat lembut pada objek, menggenggam, mengangkat, lalu melepaskannya dengan elegan.

Namun, teknologi ini belum siap untuk robot humanoid. Dua tantangan utama masih menghambat: waktu respons yang lambat karena perlu pemanasan, dan efisiensi energi yang rendah.

Sementara itu, para ilmuwan juga mengembangkan robot lain yang hampir tidak bisa dihancurkan dengan bantuan kecerdasan buatan. Robot ini dirancang berdasarkan aturan evolusi alami.

Untuk saat ini, otot buatan cetak 3D lebih diarahkan ke aplikasi seperti gripper robotik adaptif, perangkat biomedis, atau struktur yang peka terhadap suhu.

>>> Huawei Uji Ponsel Layar Lebar dengan Rasio Unik 16:10

Jadi, jangan harap melihat robot binaragawan di gym dalam waktu dekat.