FIFA menerapkan kebijakan baru berupa jeda minum wajib selama tiga menit pada setiap babak di seluruh pertandingan Piala Dunia 2026.

Jeda minum atau hydration break akan dilakukan pada menit ke-22 di setiap babak, tanpa terkecuali.

>>> Harga CPO Bursa Malaysia Anjlok ke Level Terendah Tiga Pekan

Aturan ini berlaku untuk semua laga, termasuk yang digelar di wilayah beriklim sejuk seperti Seattle maupun di stadion tertutup.

Alasan di Balik Kebijakan Baru

Keputusan ini diambil karena turnamen berlangsung pada musim panas di Amerika Utara, tepatnya 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

Sejumlah kota seperti Miami, Dallas, Houston, dan beberapa kota di Meksiko memiliki risiko tinggi terhadap cuaca panas ekstrem.

Spesialis Kedokteran Olahraga, dr Andi Kurniawan, SpKO, mengatakan bahwa venue-venue tersebut sangat rawan panas ekstrem.

>>> Pengemudi Ojek Online Bertahan Gunakan Pertalite Imbas Kenaikan Pertamax

Kebijakan ini mengubah standar operasional FIFA sebelumnya, di mana jeda minum hanya dilakukan jika indeks suhu lingkungan melampaui batas tertentu.

Menurut dr Andi, sebelumnya break hanya dipicu jika Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) Index menembus 32°C (89,6°F).

Kekurangan cairan saat aktivitas berat dapat mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh dan memicu gejala seperti sakit kepala hingga bibir kering.

Prosedur pendinginan juga dilakukan dengan menyiram air ke tubuh pemain.

>>> TVRI Siarkan Langsung 6 Laga Perdana Piala Dunia 2026 Mulai Rabu Dini Hari

Data medis dari Mayo Clinic menyebutkan bahwa paparan panas berlebih tanpa hidrasi cukup dapat menyebabkan kram otot, kelelahan ekstrem, hingga sengatan panas yang berbahaya.