Pertandingan Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Senegal pada Selasa, 16 Juni 2026, memicu perbandingan indikator makroekonomi kedua negara.

Prancis tercatat sebagai ekonomi terbesar ketujuh dunia dengan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita mencapai 61.000 dolar pada tahun 2024.

>>> Mengenal Tiga Peringatan Global yang Jatuh Setiap 2 April

Sementara itu, Senegal memiliki PDB per kapita sebesar 5.000 dolar pada periode yang sama.

Pengelolaan keuangan publik Prancis juga dinilai lebih baik dengan rasio utang pemerintah sebesar 94 persen dari PDB pada tahun 2024.

Sebaliknya, utang publik Senegal mencapai 113 persen dari PDB, yang memicu kekhawatiran lembaga pemeringkat internasional seperti S&P dengan penilaian CCC+/C atau kategori utang sangat spekulatif.

Distribusi pendapatan di Prancis lebih merata dengan koefisien Gini sebesar 31,8 berkat sistem jaminan sosial yang maju.

Senegal mencatatkan angka ketimpangan lebih tinggi sebesar 36,2.

>>> Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sigi dan Palu, Puluhan Rumah Rusak

Keunggulan Senegal di Sektor Industri dan Lingkungan

Meskipun tertinggal di beberapa indikator, Senegal unggul di sektor industri dengan kontribusi sebesar 25 persen terhadap PDB pada tahun 2024.

Angka ini melampaui Prancis yang hanya mencatatkan 17,2 persen akibat deindustrialisasi.

Senegal juga unggul dalam aspek lingkungan melalui intensitas karbon yang hanya sebesar 0,8 ton emisi CO2 per kapita.

Prancis memproduksi 4 ton CO2 per kapita karena tingkat konsumsi yang tinggi.

>>> Unpad Buka Seleksi Mandiri Prestasi Akademik dan Rapor 2026, Biaya Rp300.000

Secara keseluruhan, Prancis mengungguli Senegal dalam mayoritas indikator makroekonomi menjelang laga Piala Dunia, meskipun Senegal unggul di sektor industri dan lingkungan.