PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) memproyeksikan kinerja pembiayaan perusahaan masih memiliki peluang besar untuk terus bertumbuh.

Proyeksi positif ini didorong oleh tingginya permintaan masyarakat terhadap akses pendanaan yang cepat dan inklusif, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

>>> Cara Membuat NIB Online Lengkap dengan Syarat dan Manfaatnya

Peluang pertumbuhan bisnis muncul karena kelompok usaha tersebut belum terjangkau secara menyeluruh oleh lembaga keuangan konvensional.

Komitmen Prinsip Kehati-hatian

Direktur Utama Samir, Handy Juniandri, menyatakan bahwa hal itu menjadi peluang sekaligus tanggung jawab bagi Samir untuk mempermudah akses pembiayaan bagi kemajuan ekonomi masyarakat dan UMKM di Indonesia.

Meskipun melihat potensi ekspansi besar, manajemen menegaskan komitmen untuk tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta kepatuhan penuh terhadap seluruh regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Perlindungan nasabah diperkuat melalui transparansi informasi, edukasi finansial berkala, dan penerapan praktik penagihan yang etis.

>>> Argentina vs Aljazair di Laga Pembuka Piala Dunia 2026, Messi Siap Tampil

Hingga April 2026, sektor penyaluran dana Samir masih didominasi pembiayaan di Pulau Jawa dengan porsi 69 persen dari total portofolio.

Sisanya tersebar di luar Pulau Jawa, dengan rasio terbesar dari Sumatra, kemudian Sulawesi, Kalimantan, serta Bali dan Nusa Tenggara.

Secara keseluruhan, total pembiayaan perusahaan hingga April 2026 tumbuh 50 persen secara year on year (YoY), meskipun rincian nilai nominal tidak dipublikasikan.

>>> Tecno Spark 50 Pro Resmi Meluncur dengan Kamera Sony LYTIA 600 dan Baterai 6000 mAh

Kualitas kredit Samir terpantau sehat dengan tingkat risiko kredit macet agregat (TWP90) berada di level 1,81 persen per 15 Juni 2026.