Sebuah robot tangan bernama Musician Hand berhasil memainkan melodi piano yang belum pernah didengar sebelumnya hanya dalam sekali percobaan.

Terobosan ini dikembangkan di laboratorium Hesam Azadjou, kandidat doktor di Viterbi School of Engineering, University of Southern California (USC).

>>> Regulasi Pendaftaran Kartu Seluler Biometrik Masih Menyisakan Celah Keamanan Siber

Alih-alih diprogram dengan data instrumen yang lengkap, robot berkaki empat jari ini dibiarkan mengeksplorasi tuts piano secara acak selama dua menit.

Selama proses itu, robot merekam suara dan gerakan jarinya sendiri.

Setelah eksplorasi acak, robot mampu mendengar melodi baru sepanjang 30 nada dan langsung memainkannya kembali dengan tepat tanpa koreksi.

Motor listrik kecil menggerakkan tali mirip tendon manusia, dan perangkat lunak di dalamnya menerjemahkan suara menjadi gerakan tekanan jari yang akurat.

Tim peneliti menguji kemampuan robot melalui tes buta yang dinilai dua pakar musik.

Robot diuji bersama empat pianis terlatih dan lima pemula untuk memainkan lagu berdasarkan pendengaran (by ear).

Hasilnya, performa Musician Hand setara dengan pemain terlatih dan jauh melampaui kemampuan para pemula. Bahkan, juri sering tidak bisa membedakan permainan robot dari manusia.

>>> 6 Ciri Nomor WhatsApp Diblokir Orang Lain, Cek Sekarang

Potensi di Bidang Kesehatan

Francisco Valero-Cuevas, profesor teknik biomedis di USC yang memimpin proyek ini, menjelaskan metode ini disebut perceptual robotics.

Sistem ini menolak asumsi lama bahwa robot harus memiliki informasi sempurna sebelum bertindak.

"Tumit Achilles dari robotika tradisional adalah asumsi bahwa informasi yang sempurna diperlukan untuk bertindak dengan baik," ujar Valero-Cuevas.

Keberhasilan proyek yang dipublikasikan dalam Journal of The Royal Society Interface ini membuka peluang luas, terutama di bidang terapi medis seperti pemulihan stroke atau penyakit Parkinson.

Valero-Cuevas membayangkan masa depan di mana setelan robotik (exoskeleton) dapat mempelajari cara berjalan alami pasien tak lama setelah diagnosis.

Seiring perkembangan penyakit, setelan akan beralih menjadi mode pembantu untuk mengarahkan kembali gerakan alami tanpa pemrograman ulang mahal.

Azadjou melihat teknologi ini bisa diterapkan dalam terapi fisik di rumah. Robot dapat meniru teknik dari terapis dan menyesuaikan latihan secara real-time berdasarkan respons tubuh pasien.

>>> Ashin Mayday Blak-blakan soal Debut Manggung di Indonesia

"Dengan dua menit pelatihan dan laptop sederhana, sistem ini belajar melakukan sesuatu yang secara intrinsik milik manusia: ekspresi artistik," pungkas Valero-Cuevas.