Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) menjadi babak baru dalam kerja sama antara Indonesia dan China.

Pernyataan itu disampaikan Airlangga kepada Xinhua di sela-sela penandatanganan perjanjian pendirian Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia (WAICO) di Shanghai pada Kamis (18/7/2026).

>>> Program B50 Biodiesel Hemat Devisa Rp170 Triliun pada 2026

Sebanyak 29 negara menandatangani perjanjian tersebut untuk mendirikan WAICO.

Airlangga menekankan bahwa AI membuka peluang baru bagi kedua negara untuk berkolaborasi di berbagai sektor.

Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

China selama ini menjadi mitra strategis Indonesia dalam pengembangan teknologi dan infrastruktur digital.

>>> Nvidia Optimalkan 50.000 Chip Terbaru untuk Ekosistem AI 2026

Dengan hadirnya WAICO, Indonesia dan China dapat memperkuat sinergi dalam riset, pengembangan, dan penerapan AI.

Langkah ini sejalan dengan upaya Indonesia untuk mempercepat transformasi digital nasional.

Pemerintah Indonesia terus mendorong adopsi AI di berbagai bidang, termasuk ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.

>>> Victoria Beckham Mesra dengan Romeo di Peluncuran Parfum, Brooklyn Absen

Kolaborasi dengan China diharapkan dapat mempercepat pencapaian target tersebut.