Robot Argus Bermata 20 Kaki, Klaim Desain Paling Sempurna 2026
Para peneliti di Universitas Duke memperkenalkan robot unik bernama Argus. Robot ini memiliki bentuk bulat dengan 20 kaki teleskopik yang mencuat ke segala arah.
Nama Argus diambil dari raksasa bermata banyak dalam mitologi Yunani. Hal ini selaras dengan kemampuannya yang luar biasa.
>>> Pendaftaran Taiwan Fellowship 2026 Resmi Dibuka, Tunjangan Hingga Rp30 Juta
Fleksibilitas Tanpa Batas Ruang
Argus tidak memiliki sisi depan, belakang, atas, maupun bawah. Desain ini memungkinkannya bergerak ke arah mana pun secara instan tanpa perlu berputar.
Profesor teknik Boyuan Chen mempertanyakan standar desain robot yang selalu menyerupai manusia atau hewan. Menurutnya, robot efektif tidak harus memiliki wujud yang sama dengan penciptanya.
Uji coba performa Argus di berbagai medan ekstrem meliputi:
- Menavigasi pesisir pantai dengan permukaan pasir tidak stabil.
- Melewati rintangan di area hutan dengan semak belukar lebat.
- Memanjat di antara celah dinding bata menggunakan teknik tumpu dan dorong.
- Menjaga keseimbangan secara otomatis meskipun mendapat guncangan atau dorongan keras.
Argus mampu beradaptasi di lingkungan yang sulit dijangkau robot beroda atau berkaki dua. Ketangguhannya terbukti saat robot tetap bisa beroperasi meski beberapa motor penggerak mati atau kakinya rusak.
Prinsip Isotropi Dinamis
Para ahli memperkenalkan standar pengukuran baru bernama isotropi dinamis. Skala ini mengukur seberapa seragam robot dapat melakukan akselerasi ke berbagai arah dengan nilai 0 hingga 1.
Mayoritas robot modern, termasuk drone dan robot humanoid, memiliki skor di bawah 0,6. Argus mencatatkan skor 0,91, menunjukkan keseimbangan gerak hampir sempurna.
>>> Kumpulan Contoh Amanat Pembina Upacara Hari Lahir Pancasila 2026
Perbandingan skor akselerasi: Robot humanoid di bawah 0,60, drone di bawah 0,60, dan Argus 0,91.
Argus unggul dalam konsistensi kecepatan gerak ke segala arah.
Potensi Penggunaan di Masa Depan
Mahasiswa pascasarjana Jiaxun Liu terkesan saat pertama kali melihat Argus menembus pepohonan dan medan kasar. Ia menyadari robot ini menawarkan cara bergerak yang benar-benar berbeda.
Tim peneliti berharap konsep isotropi dinamis dapat diterapkan pada robot pencari dan penyelamat, kendaraan bawah air, hingga tangan robotik generasi terbaru.
Boyuan Chen membayangkan Argus tidak sekadar alat transportasi, melainkan alat manipulasi objek.
>>> VPN Online Gratis dan Aman 2026: Cara Buka Situs Terblokir Tanpa Aplikasi
Dengan bentuk fleksibel, Argus bisa menjadi tangan raksasa yang memegang dan memindahkan benda dari sudut mana pun.
Update Terbaru
Ketua DPP PDIP Tiru Gaya Jokowi: Saya Diam, Saya Diam Tapi Sekarang Saya Akan Lawan!
Kamis / 16-07-2026, 13:49 WIB
10 Emiten dengan Konsentrasi Kepemilikan Tertinggi di Daftar HSC BEI
Kamis / 16-07-2026, 13:49 WIB
FIFGROUP Siapkan Dana Bergulir Rp1,89 Miliar untuk 524 UMKM pada 2026
Kamis / 16-07-2026, 13:49 WIB
OnePlus N6x Segera Hadir di India dengan Spesifikasi 'Familiar'
Kamis / 16-07-2026, 13:46 WIB
Aktris The Ring Meninggal sebagai Gelandangan, Ternyata Punya Harta Rp 7 M
Kamis / 16-07-2026, 13:46 WIB
Louis Vuitton Rilis Trophy Trunk Baru untuk Piala Dunia FIFA 2026
Kamis / 16-07-2026, 13:46 WIB
Innova Zenix Hybrid Resmi Jadi Armada Baru Bluebird, Lebih Irit dan Nyaman
Kamis / 16-07-2026, 13:41 WIB
Spotify Rilis Chatbot AI, Bisa Ngobrol dan Minta Rekomendasi Lagu
Kamis / 16-07-2026, 13:41 WIB
Mayapada Hospital Kuningan Luncurkan International Care Concierge untuk Komunitas Global
Kamis / 16-07-2026, 13:28 WIB
Cerita dari SDN Hanya Satu Murid Baru di Kampung KB Ciamis
Kamis / 16-07-2026, 13:26 WIB
10 Kota Terbaik untuk Liburan Luar Negeri Pertama, Bukan Paris atau London
Kamis / 16-07-2026, 13:26 WIB
Prabowo Resmikan Groundbreaking PSN Blok Masela Hari Ini
Kamis / 16-07-2026, 13:26 WIB
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Target Bawa Timnas ke Piala Dunia 2030
Kamis / 16-07-2026, 13:22 WIB
Perang Iran Belum Selesai, Trump Sudah Siapkan Rencana Invasi ke Kuba
Kamis / 16-07-2026, 13:21 WIB







