General Motors (GM) mulai menerapkan kebijakan baru yang menilai pemasok berdasarkan tingkat otomatisasi pabrik mereka. Pemasok yang tidak memenuhi target berpotensi kehilangan kesempatan bisnis di masa depan.

Melalui program Overall Automation Maturity Index (OAMI), GM meminta pemasok untuk mengaudit proses manufaktur dan memberi skor otomatisasi pada skala 1 hingga 5.

>>> Roush Ram Direct Connection: Paket Off-Road untuk Ram 1500 dengan Tampilan Lebih Garang

Penilaian mencakup seluruh rantai produksi, dari pembelian bahan baku hingga pengiriman akhir.

GM menetapkan target skor 4,5 dari 5. Beberapa eksekutif pemasok menyatakan keyakinan bahwa mereka harus bekerja menuju target tersebut atau berisiko kehilangan kontrak.

Meski GM menyatakan tidak ada tenggat waktu tunggal, tekanan tetap dirasakan.

Lima Tingkat Otomatisasi

Terdapat lima level otomatisasi: manual, mekanisasi dasar, semi-otomatis, otomatisasi terintegrasi, dan pabrik cerdas/adaptif.

Untuk mencapai skor 5, pemasok harus memiliki sangat sedikit pekerja yang menangani langsung pembuatan komponen.

Pekerja manusia hanya berperan sebagai pengawas, perencana strategis, dan manajer pengecualian. Keterlibatan langsung dalam operasi diminimalkan.

>>> BYD Jual 1.265 Mobil Tahun 2025 ke Pelanggan Australia yang Pesan Model 2026

Kebijakan ini memicu kekhawatiran.

Sekitar 50 robot kolaboratif (cobot) telah dipasang di pabrik Factory Zero GM di Detroit, tempat lebih dari 1.000 pekerja masih dirumahkan.

Presiden serikat pekerja UAW, Shawn Fain, mengecam otomatisasi massal sebagai ancaman serius bagi tenaga kerja.

GM menegaskan bahwa kebijakan ini bukan mandat dan tidak ada tenggat waktu.

Juru bicara GM, Patrick Sullivan, mengatakan perusahaan ingin bermitra dengan pemasok untuk meningkatkan produktivitas, keselamatan, kualitas, dan daya saing.

>>> Waze Hadirkan Mode Motor Khusus untuk Hindari Lubang dan Polisi Tidur

Namun, banyak pemasok khawatir tentang biaya implementasi, sumber pendanaan, dan pembagian penghematan dengan GM. Beberapa juga mempertanyakan apakah otomatisasi cocok diterapkan di semua pabrik.