Robot humanoid asal China kembali menjadi perbincangan. Setelah sebelumnya viral sebagai 'petugas polisi' di jalanan, kini mereka melenggang di atas catwalk.

Namun, penampilan robot 'ultra-bionik' garapan UBTECH di runway fashion show Shenzhen justru menuai hujatan. Alih-alih memukau, netizen menyebut mereka mirip 'zombi estetis' karena gerakan yang kaku.

>>> Matt Damon Ceritakan Penerbangan Demi Red Sox di World Series 2004

Reaksi Netizen dan Fenomena Uncanny Valley

Perusahaan robotika UBTECH memperkenalkan robot humanoid 'ultra-bionik' pertama yang diproduksi massal. Robot setinggi manusia ini berbagi panggung dengan model manusia dalam acara peluncuran global di Shenzhen.

Menurut pihak perusahaan, robot dilengkapi ekspresi wajah realistis, gerakan layaknya manusia, dan kulit silikon yang meniru tekstur asli.

Mereka tersedia dalam versi pria dan wanita dengan wajah, gaya rambut, serta riasan yang bisa disesuaikan.

Namun, netizen tidak langsung percaya. Kolom komentar media sosial dibanjiri kritik.

Beberapa menyebut robot sebagai 'maneken berjalan', sementara yang lain bercanda bahwa mereka tampak seperti 'zombi estetis'.

Perpaduan cara berjalan canggung dan wajah terlalu mulus membuat mereka terlihat seperti karakter anime yang belum selesai diproses.

>>> LJ Cason Masuk Portal Transfer, Tinggalkan Michigan

Sedikit pelumas pada sendi tampaknya akan membantu pergerakan mereka.

Pakar teknologi Dr. Adrian Pratama mengatakan reaksi negatif ini adalah contoh klasik fenomena uncanny valley.

Replika manusia yang hampir sempurna justru memicu rasa tidak nyaman karena detail kecil yang janggal, seperti tatapan kosong atau gestur kaku.

Meski tampil di runway fashion, UBTECH mengklarifikasi robot ini dirancang untuk sektor komersial. Target utamanya adalah acara peluncuran merek, pameran, museum, hotel, dan tempat wisata untuk menyapa pengunjung.

Teknologi ini tidak murah.

Model tertinggi yang bisa berjalan, menari, dan tampil di panggung dibanderol 990.000 Yuan (sekitar Rp2,1 miliar).

>>> Tom Cruise Jadi Baron Minyak Eksentrik di Film Diggar Garapan Iñárritu

Meski memicu perdebatan, perusahaan mengklaim telah menerima lebih dari 13.000 pesanan, dengan pengiriman mulai September 2026.