Sebuah heat dome masif yang memecahkan rekor suhu di Amerika Serikat bagian barat mulai meluas ke timur pada Senin, 13 Juli 2026, membawa suhu berbahaya dan kelembaban tinggi ke Midwest dan Timur Laut.

Sistem tekanan tinggi ini mengancam akan memecahkan lebih dari 90 rekor suhu harian di seluruh negeri hingga pertengahan pekan.

>>> BI Sambut S&P Pertahankan Peringkat Utang RI di BBB, Kepercayaan Global Terjaga

Inti panas ekstrem mencapai puncaknya akhir pekan lalu di wilayah barat, dengan Billings, Montana mencatat rekor 111 derajat Fahrenheit, dan Salt Lake City mencapai 109 derajat Fahrenheit.

Saat sistem bergerak ke timur, suhu diperkirakan melonjak di atas 100 derajat Fahrenheit di sebagian Dataran Utara, sementara peringatan panas meluas dari Pennsylvania hingga Maine.

"Kemudian pada Selasa, sistem bergerak ke Timur Laut, dari Great Lakes ke Negara Bagian New York, dan bahkan menuju Boston," kata Marc Chenard, meteorolog di Weather Prediction Center.

Chenard menjelaskan bahwa pola cuaca ini menjebak udara panas di sebagian besar wilayah negara, menyebabkan panas terus meningkat selama beberapa hari.

"Pada Rabu, sistem mulai bergeser ke selatan ke sebagian Mid-Atlantic, dan pada Kamis dan Jumat, akan bergerak ke Tenggara," ujarnya.

Didorong oleh perubahan iklim akibat ulah manusia, gelombang panas di seluruh dunia cenderung berlangsung lebih lama, lebih kuat, dan seringkali lebih intens, menurut para ahli seperti dikutip Associated Press.

Meteorolog memperingatkan bahwa suhu malam hari tidak akan memberikan banyak kelegaan, tidak turun di bawah 80 derajat Fahrenheit di kota-kota selatan seperti Miami, dan tetap di atas 70 derajat Fahrenheit di daerah utara seperti Fargo, North Dakota.