Bank Indonesia (BI) menyambut baik keputusan S&P Global Ratings (S&P) yang mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan prospek stabil.

Peringkat tersebut menempatkan Indonesia dalam kategori investment grade atau layak investasi.

>>> Ditgakkum Korlantas Polri Turun Tangan Usut Kecelakaan Maut Indramayu

Dalam laporan yang dirilis Senin (13/7), S&P menilai pelemahan indikator fiskal dan eksternal Indonesia hanya bersifat sementara.

Lembaga pemeringkat itu memperkirakan penerimaan negara akan terus pulih tahun ini, didukung peningkatan ekspor dan membaiknya harga komoditas.

Komitmen pemerintah menjaga defisit fiskal di bawah 3 persen juga dinilai menopang prospek stabil perekonomian.

Kepercayaan Internasional Terjaga

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan keputusan S&P mencerminkan kepercayaan pemangku kepentingan internasional terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

"Afirmasi S&P atas sovereign credit rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan pemangku kepentingan internasional terhadap stabilitas makroekonomi dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap solid," ujar Perry dalam keterangan resmi, Selasa (15/7).

Menurut Perry, penilaian tersebut tidak lepas dari sinergi kebijakan pemerintah dan BI dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

>>> Spanyol vs Prancis: Semifinal Berat di Piala Dunia 2026

BI menegaskan akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Ke depan, BI akan mempererat koordinasi dengan pemerintah, termasuk melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah.

Koordinasi bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pembiayaan program Asta Cita.

S&P menyatakan peluang kenaikan peringkat utang Indonesia tetap terbuka jika penguatan indikator fiskal dan eksternal berlanjut.

Dari sisi fiskal, peningkatan peringkat bergantung pada penurunan defisit berkelanjutan melalui peningkatan penerimaan negara, penurunan biaya pembiayaan, dan stabilitas nilai tukar.

>>> Merek Global Ubah Strategi Pemasaran Kreator, Tinggalkan Metrik Standar

Dari sisi eksternal, peningkatan peringkat akan ditopang oleh penurunan utang luar negeri dan kebutuhan pembiayaan eksternal bruto.