Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan lembaga internasional melihat kebijakan Pemerintah Indonesia dijalankan secara baik.

Lembaga yang dimaksud adalah Standard & Poor's (S&P) Global Ratings.

>>> Mia Hamm: Legenda Sepak Bola Wanita di ESPY 2026

Mereka mempertahankan peringkat utang jangka panjang Indonesia di level BBB dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil.

"Pengumuman S&P ini memberikan indikasi yang jelas bahwa memang lembaga internasional yang benar, jujur, prudent, dan independen melihat kebijakan kita baik," ujar Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7).

Beberapa bulan lalu, Purbaya bersama sejumlah perwakilan DPR RI, termasuk Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati, Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun, dan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal, berkunjung ke Amerika Serikat untuk bertemu S&P dan para investor.

Dalam pertemuan itu, pemerintah dan DPR berupaya meyakinkan investor dan S&P bahwa kebijakan di Indonesia berjalan searah dan didukung kerja sama yang baik antara eksekutif dan legislatif.

Menurut Purbaya, kunjungan ke AS juga bertujuan menunjukkan kebijakan pemerintah bertujuan memakmurkan rakyat dan dijalankan sesuai ketentuan perundang-undangan.

"Dengan kerja sama yang tadi itu, ketika kita ke Amerika, mereka menjadi yakin bahwa kita memang bergerak ke arah yang benar," ujarnya.

>>> Polisi Dalami Dugaan Kelalaian Sopir Truk Tabrak JPO Tendean Jaksel

Keputusan Purbaya dan DPR RI menyambangi langsung AS juga karena sejak awal tahun Indonesia dianggap selalu didera berita negatif, seperti rating S&P yang akan turun.

Selain itu, ada anggapan bahwa Pemerintah Indonesia menggunakan anggaran secara ugal-ugalan, sehingga menimbulkan kesan peringkat utang Indonesia akan diturunkan.