Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran pada Senin malam, menandai malam ketiga berturut-turut operasi ofensif di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.

Serangan ini terjadi setelah AS memberlakukan kembali blokade pelayaran di jalur strategis tersebut, seperti dilaporkan The Guardian.

>>> KPK Rampungkan Penyidikan 3 Tersangka Kasus Haji Selain Yaqut

Dua kapal tanker minyak milik Uni Emirat Arab terkena rudal jelajah Iran di perairan teritorial Oman, mengakibatkan satu orang tewas dan delapan lainnya luka-luka.

Harga minyak mentah Brent melonjak ke level $84,98 per barel menyusul eskalasi konflik.

Perintah Langsung Trump

Komando Pusat AS melaksanakan operasi militer atas perintah langsung Presiden Donald Trump, yang memperingatkan akan konsekuensi berat.

"Malam ini sangat berat dan kami akan menghantam mereka keras besok," ujar Trump.

Trump menegaskan bahwa jalur pelayaran strategis itu akan tetap dapat diakses meskipun ada konflik, "dengan atau tanpa Iran."

Pemimpin AS itu juga mengusulkan biaya keamanan sebesar 20% untuk semua kapal komersial yang melintasi perairan tersebut guna menutupi biaya operasional.

>>> Marquez Pilih Merendah usai Dijagokan Juara MotoGP 2026

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dengan tegas menolak intervensi AS, menegaskan peran permanen Teheran dalam mengamankan selat tersebut.

Araqchi juga mengkritik usulan biaya transit Trump di platform media sosial X, dengan menawarkan pandangan berbeda tentang tarif maritim.

"20% tentu terlalu banyak. Kami akan bersikap adil," kata Araqchi.

Organisasi Maritim Internasional menanggapi usulan biaya transit dengan menekankan perlunya akses terbuka sesuai kerangka hukum global.

Ledakan dilaporkan terjadi di sejumlah lokasi di Iran, termasuk kota pelabuhan Bandar Abbas dan pulau Kish, Qeshm, serta Abu Musa, bersamaan dengan serangan AS.

Komando Pusat AS juga bersiap memberlakukan blokade pelayaran terhadap kapal yang menuju dan dari pelabuhan Iran mulai pukul 16.00 ET pada Selasa.

>>> LPSK Tolak Permohonan Justice Collaborator Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya

Di Yaman, koalisi pimpinan Arab Saudi berhasil mencegat rudal balistik yang diluncurkan oleh Houthi yang beraliansi dengan Iran, menyusul serangan yang didukung Saudi di bandara Sana'a yang bertujuan menghadang pesawat Iran.