Nyeri hebat yang tiba-tiba muncul di dada atau punggung bisa menjadi tanda kegawatdaruratan jantung, yaitu diseksi aorta.

Kondisi ini merupakan robekan pada pembuluh darah utama jantung yang dapat mengganggu aliran darah ke organ vital dan menyebabkan perdarahan internal.

>>> ViewSonic Luncurkan ViewBoard IN04V-N Series dengan Kamera 48MP dan AI di India

Dokter Dicky Alligheri dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan mengatakan, nyeri akibat diseksi aorta sering kali mirip dengan serangan jantung.

Namun, risiko kematian pada diseksi aorta jauh lebih tinggi jika terlambat ditangani.

"Kondisi gawat darurat diseksi aorta perlu mendapat penanganan segera, dilakukan pemeriksaan klinis, dan pencitraan untuk melihat kondisi pembuluh darah secara detail," ujar dr. Dicky dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).

Penanganan diseksi aorta disesuaikan dengan lokasi robekan dan kondisi pasien. Mulai dari pengendalian tekanan darah ketat, bedah minimal invasif endovaskular, hingga operasi darurat.

Gejala dan Faktor Risiko Diseksi Aorta

Dokter Yan Efrata Sembiring dari Mayapada Hospital Surabaya menjelaskan, diseksi aorta menimbulkan nyeri tajam seperti robekan di dada yang bisa menjalar ke punggung, perut, atau pinggang.

"Keluhan ini dapat disertai keringat dingin, sesak napas, pingsan, kelemahan satu sisi tubuh, gangguan bicara, hingga perbedaan denyut dan tekanan darah antara kedua lengan," ungkapnya.

Diseksi aorta lebih berisiko pada penderita hipertensi, pembesaran aorta, kelainan jantung bawaan, penyakit jaringan tubuh, riwayat keluarga, cedera, atau usia lanjut.

Namun, kondisi ini juga bisa terjadi tanpa faktor risiko yang jelas.

>>> BGMI 4.5 Update Anniversary Edition Resmi Dirilis, Hadirkan Kolaborasi Naruto, Spider-Man, dan Ferrari

Keterlambatan penanganan dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, pengendalian faktor risiko dan perubahan gaya hidup sangat penting untuk mencegah diseksi aorta.