Standard Chartered Indonesia Luncurkan PaaS, Otomatisasi Pembayaran Korporasi
Standard Chartered Indonesia resmi meluncurkan Payouts-as-a-Service (PaaS), solusi digital banking terbaru untuk klien korporasi.
Layanan ini dirancang mengotomatisasi pembayaran kepada berbagai pihak berdasarkan parameter yang telah ditentukan.
>>> Spanyol vs Argentina, Final Ideal Piala Dunia 2026
Melalui PaaS, klien dapat menentukan siapa yang perlu dibayar, kapan pembayaran dilakukan, berapa nilainya, dan dalam kondisi apa pembayaran dapat dijalankan.
PaaS menghubungkan sistem bisnis klien langsung dengan Standard Chartered melalui satu koneksi digital atau API.
Setelah terhubung, bank dapat menerima informasi transaksi secara otomatis saat suatu aktivitas terjadi dalam bisnis klien.
Dukung Ekonomi Digital
Head of Transaction Banking Standard Chartered Indonesia Jenny Tantono mengatakan PaaS sejalan dengan ambisi bank mendukung masa depan treasury di Indonesia.
"Dengan eksekusi pembayaran otomatis berbasis aturan, PaaS membantu perusahaan menyederhanakan proses payout yang kompleks, mengurangi risiko operasional, dan menciptakan nilai nyata," ujar Jenny.
Peluncuran ini menjawab kebutuhan ekonomi digital Indonesia yang bertumbuh pesat.
Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, Temasek, dan Bain & Company, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mendekati US$100 miliar dalam Gross Merchandise Value (GMV) pada 2025, tumbuh 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sektor e-commerce Indonesia diproyeksikan mencapai US$71 miliar, dan pembayaran digital diproyeksikan mencapai US$538 miliar dalam Gross Transaction Value (GTV) pada tahun 2025.
>>> Nick Faldo Kritis Gaya Bryson DeChambeau Jelang The Open
Seiring pertumbuhan bisnis digital dan ekosistem kemitraan, proses pembayaran perusahaan menjadi semakin kompleks.
Marketplace e-commerce harus membayar ribuan seller setelah pesanan selesai, sedangkan perusahaan logistik berkewajiban membayar mitra pengiriman atau agen.
Perusahaan manufaktur, FMCG, jasa keuangan, asuransi, atau platform digital juga perlu mengelola komisi, settlement, pembayaran franchise, revenue sharing, atau pembayaran rutin.
Update Terbaru
Trump Bertemu Senator Baru Darline Graham di Washington
Kamis / 16-07-2026, 18:12 WIB
Gotham FC Kalahkan Washington Spirit, Sam Kerr Kembali ke Lapangan
Kamis / 16-07-2026, 18:12 WIB
Daewoong-CGBIO Bagikan Strategi Filler HA dan CaHA untuk Dokter Estetika
Kamis / 16-07-2026, 18:11 WIB
Pakar Hukum Soroti Kasus Indodax: Bisa Berujung Pidana
Kamis / 16-07-2026, 18:09 WIB
Mengenal Johan Liebert, Antagonis Utama dari Anime Monster
Kamis / 16-07-2026, 18:09 WIB
5 Rekomendasi Manhwa Kerajaan yang Wajib Kamu Baca
Kamis / 16-07-2026, 18:09 WIB
Comfer Launcher: Gestur Tersembunyi yang Mengakhiri Pencarian Pengganti Pixel Launcher
Kamis / 16-07-2026, 18:09 WIB
Microsoft Resmi Perbaiki Bug Recycle Bin yang Tampilkan Nama File Aneh
Kamis / 16-07-2026, 18:09 WIB
Pengingat: Beberapa Versi Windows 10 dan 11 Kehilangan Dukungan Oktober Ini
Kamis / 16-07-2026, 18:08 WIB
Linus Torvalds Balas Kritik Soal AI di Linux: Fork Saja Kalau Tidak Suka
Kamis / 16-07-2026, 18:08 WIB
Nonton Film Cek Khodam(2026) di Bioskop Bukan LK21: Saat Hantu Kalah Sama Cicilan, Dibintangi Jirayut!
Kamis / 16-07-2026, 18:00 WIB
Bahlil: 60% Gas Masela untuk Domestik, Pupuk hingga PLN Kebagian
Kamis / 16-07-2026, 17:49 WIB
Menkop Tegaskan Keberlanjutan Jadi Faktor Penting bagi Koperasi
Kamis / 16-07-2026, 17:49 WIB
Wayne Rooney Sebut Pertaruhan Thomas Tuchel Jadi Biang Keladi Kekalahan Inggris
Kamis / 16-07-2026, 17:49 WIB







