Wacana Pencoretan Murid Mampu dari MBG Dinilai Picu Perundungan
Pengamat politik Hendri Satrio mengkritik wacana pencoretan murid dari kalangan mampu sebagai penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, langkah tersebut keliru karena negara seolah membagi murid di sekolah berdasarkan kelas sosial. Ia khawatir hal ini bisa memicu gesekan antar murid, bahkan perundungan.
>>> Galaxy Tab S12 Ultra Live Image Bocor, Tak Ada Upgrade Kamera Hole-Punch
"Ada wacana dari BGN, murid kaya dan kaya sekali dalam sekolah yang sama tidak akan dapat MBG.
Salah ni menurut gue, kalo ini diberlakukan Negara sudah membedakan 'kelas' warganya, bisa terjadi gesekan antar kelas yang runcing," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Kamis (16/7).
Hendri mengingatkan bahwa seragam sekolah, dari sepatu hitam dan baju sama sejak dulu dibuat untuk menghapus sekat sosial-ekonomi, bukan menonjolkannya.
"Kenapa kita SD, SMP, SMA dikasih seragam harus sepatu hitam?
>>> Panduan Memilih Treatment Lash yang Tepat dari Misumi Lash & Beauty
agar tidak ada pembeda antara anak kaya dan anak miskin, semua 1, murid SD 02, SMP 27 dan SMA 37," jelasnya.
Menurutnya, sebaiknya MBG difokuskan ke daerah miskin atau diubah skemanya agar tepat sasaran.
Rencana BGN Kurangi Penerima MBG
Sebelumnya, Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengungkapkan bahwa BGN berencana melakukan penyesuaian agar murid dari keluarga Desil 8 hingga 10 (kategori ekonomi mapan, kaya, hingga sangat kaya) serta sekolah berkategori "high class" tidak lagi mendapatkan MBG.
Jika skema selektif ini diterapkan, jumlah penerima manfaat diproyeksikan berkurang sekitar 8 juta orang.
>>> Bikin Sendiri Flower Gift Box Korea di Workshop Ini, Daftar Sekarang!
Fokus bantuan nantinya akan dialihkan secara eksklusif ke kelompok rentan, ibu hamil, anak usia dini, serta daerah 3T.
Update Terbaru
Trailer Beast of Reincarnation Perlihatkan Sistem Pertarungan, Rilis 4 Agustus
Kamis / 16-07-2026, 18:29 WIB
Tommy Fleetwood Incar Kemenangan Bersejarah di Royal Birkdale
Kamis / 16-07-2026, 18:28 WIB
Darren Rabinowitz Raih Gelar WSOP Kedua di Las Vegas
Kamis / 16-07-2026, 18:28 WIB
Catatan Pahit Rooney usai Inggris Disingkirkan Argentina: Mereka Panik
Kamis / 16-07-2026, 18:28 WIB
Polisi Ungkap 27 Pemerkosa Remaja di Sampang Buat Grup WA Atur Jadwal
Kamis / 16-07-2026, 18:28 WIB
Gerindra Dukung Wacana Koperasi Kelola Tambang dan Sawit
Kamis / 16-07-2026, 18:28 WIB
Phoenix Suns Kalahkan Detroit Pistons 100-88 di Summer League
Kamis / 16-07-2026, 18:27 WIB
Kemarau Bikin Situ Gede Tasikmalaya Kering hingga Jadi Padang Rumput
Kamis / 16-07-2026, 18:26 WIB
Polri Kembali Serahkan Barang Bukti Kasus Febrie ke Kejagung
Kamis / 16-07-2026, 18:26 WIB
Ha Ji-won Lempar Bola Pertama untuk LG Twins Setelah 18 Tahun
Kamis / 16-07-2026, 18:22 WIB
Dana Pensiun Illinois Kurangi Kepemilikan Saham O'Reilly Automotive
Kamis / 16-07-2026, 18:21 WIB
Bos Agrinas Buka Suara soal Isu Pengadaan 1,8 Juta Kipas Angin Kopdes
Kamis / 16-07-2026, 18:21 WIB
Hasil SEA V Cup: Timnas Voli Indonesia Gilas Kamboja 3-0
Kamis / 16-07-2026, 18:21 WIB
Gunung Pickaxe, Situs Nuklir Bawah Tanah Iran yang Jadi Target Trump
Kamis / 16-07-2026, 18:21 WIB







