Kemarau panjang melanda Tasikmalaya. Situ Gede, danau seluas 47 hektare yang menjadi objek wisata, mengalami penyusutan air drastis.

Volume air danau kini hanya tersisa sekitar 20 persen dari kapasitas normal. Di beberapa titik, dasar danau berubah menjadi hamparan rumput hijau.

>>> Polri Kembali Serahkan Barang Bukti Kasus Febrie ke Kejagung

Kekeringan ini dipicu terhentinya aliran air dari irigasi Sungai Cibanjaran. Dari lima pintu air, hanya satu yang masih berfungsi.

Dampaknya meluas ke sektor pertanian dan pariwisata. Lahan pertanian terancam kekeringan, sementara pelaku usaha wisata kehilangan penghasilan.

Jasa Sewa Perahu Terpaksa Libur

Para penyedia jasa sewa perahu terpaksa menambatkan armada. Air terlalu dangkal untuk dilalui perahu.

Diki, salah satu penyedia jasa, mengaku sudah sebulan tidak beroperasi. Biasanya ia bisa mendapat sepuluh putaran perahu di akhir pekan.

>>> Ha Ji-won Lempar Bola Pertama untuk LG Twins Setelah 18 Tahun

Memaksakan perahu beroperasi berisiko merusak mesin dan badan perahu karena bisa menghantam batu di dasar danau.

Omzet Kuliner Anjlok

Mumu, pedagang kuliner di kawasan Situ Gede, mengeluhkan omzet yang turun drastis. Kunjungan wisatawan merosot hingga 50 persen.

Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Menurutnya, perlu ada acara seperti bazar atau pameran untuk menarik pengunjung.

Padang Rumput Jadi Daya Tarik

Meski membawa dampak buruk, kondisi danau yang mengering menghadirkan pemandangan unik. Tepian danau berubah menjadi hamparan rumput hijau.

>>> Dana Pensiun Illinois Kurangi Kepemilikan Saham O'Reilly Automotive

Puluhan burung kuntul tampak mencari makan di sisa air. Pemandangan ini menarik warga sekitar untuk berfoto.