Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi berbagai tantangan pada tahap awal implementasi.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat rapat paripurna DPR RI, Selasa (14/7/2026), menanggapi pandangan Fraksi Demokrat.

>>> Manga Eden no Tō Karya matoba Akan Terbit pada 12 Agustus

"Menanggapi pandangan Fraksi Demokrat mengenai kesiapan implementasi MBG di tahap awal, pemerintah tidak menutup mata terhadap realita di lapangan," ujar Purbaya.

Menurutnya, tantangan terbesar terletak pada kesiapan rantai pasok pangan, distribusi, serta kapasitas logistik, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Langkah Pemerintah Atasi Kendala

Pemerintah mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperkuat rantai pasok dengan melibatkan pelaku ekonomi lokal.

Langkah ini dilakukan melalui pemberdayaan sentra produksi rakyat, BUMDes, UMKM, serta penyedia lokal.

>>> Robert Irwin Undang Taylor Swift dan Travis Kelce ke Australia Zoo

Purbaya menjelaskan, skema tersebut memungkinkan SPPG menyerap bahan pangan langsung dari petani, peternak, dan nelayan di sekitar lokasi operasional.

Hal ini diharapkan memperlancar distribusi sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Sementara itu, program MBG kembali didistribusikan mulai Senin (13/7/2026) setelah sempat dihentikan sementara selama libur sekolah.

Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan masa jeda digunakan untuk penguatan tata kelola dan penyempurnaan operasional.

>>> Kelompok HAM FairSquare Adukan Pembatalan Skorsing Folarin Balogun ke IOC

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan berbagai pembenahan telah dilakukan agar distribusi MBG berjalan lebih baik.