Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengancam Iran dengan menargetkan fasilitas nuklir bawah tanah yang dikenal sebagai Gunung Pickaxe.

Dalam wawancara pada 13 Juli di acara Hugh Hewitt Show, Trump mengatakan akan merebut Pickaxe Mountain dan meminta Iran bersiap.

>>> Gudang Amunisi TNI di Madiun Meledak, 1 Prajurit Tewas dan 6 Luka

Gunung Pickaxe adalah fasilitas yang dibentengi dan terkubur jauh di bawah tanah, sekitar 2 kilometer dari kompleks nuklir Natanz di Iran.

Lokasinya berada 220 kilometer di selatan Teheran. Natanz sendiri merupakan tempat dua pabrik pengayaan uranium Iran yang pernah dibom AS-Israel pada Februari lalu.

Sejarah dan Konstruksi

Pembangunan Pickaxe Mountain dimulai pada 2020, setelah Iran melaporkan ledakan di fasilitas Natanz akibat sabotase.

Kepala program nuklir Iran saat itu, Ali Akbar Salehi, mengatakan negaranya membangun aula modern di jantung gunung dekat Natanz untuk memproduksi sentrifugal canggih.

Kepala Badan Tenaga Atom Internasional Rafael Grossi menyatakan Iran telah mengumumkan niat melakukan aktivitas nuklir di situs tersebut.

Menurut Institute for Science and International Security (ISIS), Pickaxe Mountain memiliki dua pasang pintu masuk terowongan yang mengarah ke fasilitas sekitar 100 meter di bawah gunung.

Dua pintu masuk bagian timur sebagian telah diurug sejak perang AS vs Iran pecah untuk menghalangi akses kendaraan darat.

>>> Ghost in the Shell TV Anime Umumkan Atsushi Miyauchi sebagai Pengisi Suara Borma

Ancaman Trump dan Respons Iran

Trump mengatakan Washington tidak melihat aktivitas di Pickaxe Mountain dan menduga Iran berhati-hati karena takut diincar.

"Kami tidak melihat aktivitas apa pun di sana. Situasi nuklir mereka tidak berjalan dengan baik.