Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar menyatakan bahwa hubungan antara Amerika Serikat dan Iran telah mengalami kemajuan yang "besar."

Pernyataan itu disampaikan Dar dalam wawancara dengan Al Arabiya saat kunjungannya ke Kairo, Minggu (21/6).

in1

>>> Kaspersky Temukan Malware di Wallpaper Animasi Steam Workshop

Dar mengungkapkan "keyakinannya" bahwa kedua pihak pada akhirnya akan mencapai kesepakatan final.

Ia menambahkan bahwa fase perundingan selanjutnya antara Washington dan Teheran akan "lebih sulit."

Menurut Dar, telah disepakati untuk mengurangi tingkat pengayaan persediaan nuklir Iran.

Kedua pihak juga mencapai kesimpulan bahwa diplomasi adalah solusi terbaik.

Dar menyatakan bahwa tidak akan ada biaya transit yang dikenakan di Selat Hormuz selama periode 60 hari.

>>> Tarantula Harimau Malaysia Ternyata Spesies yang Sama, Ilmuwan Terkejut

Ia menegaskan tidak ada biaya untuk "transit" atau "layanan" di selat strategis tersebut.

Lebih lanjut, Dar mengatakan tiga tim teknis saat ini berada di Swiss untuk membahas masalah nuklir, aset Iran yang dibekukan, dan situasi di Lebanon.

Delegasi AS dan Iran berada di Swiss untuk melakukan pembicaraan setelah penandatanganan nota kesepahaman pada Rabu (17/6).

Nota kesepahaman itu bertujuan mengakhiri konflik berbulan-bulan di Timur Tengah dan membuka kembali Selat Hormuz.

Pembicaraan di Burgenstock dipimpin oleh Wakil Presiden AS JD Vance dan dari pihak Iran, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf serta Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

>>> Studi Besar Ungkap Faktor Demensia yang Lebih Berdampak pada Wanita

Pakistan bertindak sebagai mediator dalam perundingan tersebut.